Home Nasional Tolak Uji Materi Pasal 222, MK: Presidential Threshold Masih 20 Persen

Tolak Uji Materi Pasal 222, MK: Presidential Threshold Masih 20 Persen

0
SHARE
Gedung Mahkamah Konstitusi | Foto: istimewa

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi Pasal 222 Undang-Undang Pemilu tentang ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold). Dengan tidak adanya gugatan yang dikabulkan MK, Pasal 222 UU No 7/2017 tentang Pemilu tetap berlaku. Aturan presidential threshold sebesar 20% masih berlaku.

Seperti diketahui, gugatan ambang batas pencalonan presiden diajukan oleh enam pihak yang berbeda. Mereka di antaranya adalah, pakar komunikasi politik Effendi Gazali, tokoh ACTA Habiburokhman, mantan komisioner KPU Hadar Nafis Gumay bersama Perludem, dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Pemohon tidak sepakat dengan ketentuan ambang batas pencalonan presiden sebagaimana yang diatur dalam Pasal 222 UU Pemilu. Pasal itu mengatur mengenai partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.

Effendi Gazali, salah seorang pemohon mengatakan sebagai pemilih, merasa mengalami kerugian dengan diterapkannya ambang batas tersebut. Sebab pilihan capres terbatas, menurunnya indeks demokrasi di Indonesia, kerugian demografis, dan kerugian psikografis. (ENA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here