Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 20 Agustus 2022

 

 

21 Remaja Tewas Secara Misterius di Bar Afrika Selatan

TK / Internasional / Senin, 27 Juni 2022, 10:48 WIB

Lokasi remaja Afrika Selatan ditemukan tewas (Foto: AFP/STR)

AFRIKA - Polisi Afrika Selatan sedang menyelidiki kematian sedikitnya 21 orang di sebuah bar di kota pesisir London Timur Minggu pagi 26 Juni 2022. 

Pihak berwenang mengatakan sebagian besar korban adalah anak di bawah umur berusia 13 tahun.

Tidak jelas apa yang menyebabkan kematian anak-anak muda, yang dilaporkan menghadiri pesta untuk merayakan akhir ujian sekolah musim dingin.

Surat kabar lokal Daily Dispatch melaporkan bahwa mayat-mayat berserakan di meja dan kursi tanpa ada tanda-tanda luka.

"Saat ini kami tidak dapat memastikan penyebab kematiannya. Kami akan melakukan otopsi sesegera mungkin untuk menentukan kemungkinan penyebab kematian," kata juru bicara departemen kesehatan Siyanda Manana, seperti dilansir dari AP, Senin 27 Juni 2022.

Seorang pejabat keamanan pemerintah Unathi Binqose mengatakan 'tidak ada luka terbuka yang terlihat'. Dia juga mengesampingkan penyerbuan sebagai penyebab kematian.

"(Penyelidik) forensik akan mengambil sampel dan menguji untuk melihat apakah ada keracunan dalam bentuk apa pun," kata Binqose seraya menambahkan bar itu penuh sesak.

Pemerintah provinsi Eastern Cape mengatakan delapan anak perempuan dan 13 anak laki-laki telah meninggal.

Tujuh belas ditemukan tewas di dalam kedai bar. Sisanya meninggal di rumah sakit.

Minuman beralkohol diizinkan untuk di atas 18 tahun di kedai minuman kota, umumnya dikenal sebagai shebeens.

empat ini sering terletak berdampingan dengan rumah keluarga atau, dalam beberapa kasus, di dalam rumah itu sendiri.

Akan tetapi peraturan keselamatan dan undang-undang usia minum tidak selalu ditegakkan.

"Kami memiliki seorang anak yang ada di sana, yang meninggal di tempat kejadian," kata orang tua dari seorang gadis berusia 17 tahun.

"Anak ini, kami tidak berpikir akan mati dengan cara ini. Ini adalah anak yang rendah hati, penuh hormat," kata ibu salah satu korban, Ntombizonke Mgangala, berdiri di samping suaminya di luar kamar mayat.

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, yang saat ini menghadiri KTT G7 di Jerman, menyampaikan belasungkawa. Dia menyuarakan keprihatinan.

"(Prihatin) tentang keadaan yang dilaporkan di mana orang-orang muda seperti itu berkumpul di tempat yang, di hadapannya, harus terlarang bagi orang-orang di bawah usia 18 tahun," tuturnya.

Sementara itu, pihak berwenang sekarang mulai mempertimbangkan apakah akan merevisi peraturan perizinan minuman keras.

Afrika Selatan adalah salah satu negara di Afrika di mana sebagian besar alkohol dikonsumsi.

"Benar-benar tidak bisa dipercaya... kehilangan 20 nyawa muda begitu saja," kata perdana menteri provinsi Oscar Mabuyane yang tampak terkejut. Dia berbicara kepada wartawan sebelum jumlah korban diperbarui menjadi 21 orang.

Dia juga mengutuk "konsumsi minuman keras tanpa batas," katanya.

"Anda tidak bisa hanya berdagang di tengah masyarakat seperti ini dan berpikir bahwa anak muda tidak akan bereksperimen," katanya dari luar kedai minuman di kawasan perumahan bernama Taman Pemandangan itu.

Botol-botol kosong alkohol, wig, dan bahkan selempang 'Selamat Ulang Tahun' berwarna ungu pastel ditemukan berserakan di jalan berdebu di luar Enyobeni Tavern berlantai dua.

Komentar

 

Berita Lainnya



Senin, 15 Agustus 2022, 12:34 WIB

18 Anak Tewas dalam Kebakaran Gereja Mesir



Selasa, 09 Agustus 2022, 11:36 WIB

Seoul Direndam Banjir Parah, 7 Orang Tewas