Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 24 Juni 2019

 

 

9.552 Napi dan Tahanan di Jabar Dipastikan Tak Mencoblos Pemilu 2019

EP / Regional / Selasa, 16 April 2019, 16:00 WIB

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak. | foto: istimewa

BANDUNG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) merilis data final jumlah warga binaan (narapidana dan tahanan) di seluruh lapas dan rutan di Jabar yang tak bisa menggunakan hak pilih mereka pada Pilpres dan Pileg 2019.

Sebanyak 9.552 napi dan tahanan di Jabar dipastikan tak bisa mencoblos.

"Data final yang kami terima hari ini pukul 11.00 dari KPU Jabar, dari 24.328 warga binaan di 33 lapas dan rutan di Jabar, yang dipastikan bisa memilih hanya 14.776 warga binaan. Sisanya, 9.552 warga binaan tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT). Artinya mereka tak bisa menggunakan hak pilih," kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak di kantornya, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa (16/4/2019).

Liberti menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat ribuan napi tak bisa mencoblos. Faktor itu antara lain napi berstatus warga negara asing (WNA) hingga tak memiliki identitas. 

"Ada juga narapidana kiriman dari Jakarta dan kadang ini kan belum tentu terdaftar. Jadi berbagai macam masalah yang dilaporkan dari lapas dan rutan dengan akumulasi 9.552 itu," ujarnya.

Sementara bagi napi yang masuk DPT, mereka akan mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) yang dibangun di dalam lapas maupun rutan masing-masing. Jumlah TPS di rutan dan lapas di Jabar mencapai 92 TPS. 

"Untuk pelaksanaan pegawai yang mengamankan itu pegawai lapas dan rutan serta imigrasi. Jadi pada kali ini, kami secara menyeluruh perlu membuat pengamanan maksimal sehingga kita tugaskan keamanan untuk melakukan pengamanan di lapas dan rutan saat pemilihan besok," kata Liberti. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya