Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 30 Mei 2020

 

 

Ace Hasan: Indonesia Punya Modal Sosial Besar Guna Lawan Covid-19

TK / Parlemen / Jumat, 22 Mei 2020, 15:31 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa pandemi virus Corona (Covid-19) bukan semata masalah bagi Indonesia, tetapi seluruh dunia.

Indonesia pun dinilai memiliki modal sosial yang sangat besar untuk melawan pandemi Covid-19, sehingga harus dilawan melalui sisi kemanusiaan. 

“Masalah Covid-19 ini bukan hanya masalah Indonesia, tetapi juga dunia. Semua sepakat yang harus kita ke depankan dalam konteks penangganan Covid-19 adalah pendekatan kemanusiaan. Covid-19 tidak mengenal negara, suku, agama, kaya, miskin semua berpotensi terkena Covid-19,” ujar Ace Hasan, Jumat (22/5/2020).

Politisi Partai Golkar itu juga menilai bahwa masyarakat global juga berpandangan sama tentang tingginya modal sosial yang dimiliki Indonesia.

Sehingga ini adalah bekal utama yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan modal sosial yang dimiliki Indonesia, Ace Hasan optimis Indonesia dapat segera melewati badai Covid-19.

“Beberapa hari lalu saya membaca koran. Ada satu hal yang menggembirakan sesungguhnya. Ternyata Indonesia memiliki modal sosial yang cukup tinggi. Menurut Legatum Prosperity Index, pada tahun 2019 lalu, modal sosial Indonesia berada pada urutan kelima setelah negara-negara Skandinavia yang dikenal memiliki tingkat welfare state (kesejahteraan negara), Norwegia, Denmark, Eslandia dan Finlandia," jelasnya.

Adapun modal sosial yang dimaksud adalah menggunakan beberapa tolok ukur seperti sikap saling mempercayai, saling menghormati, saling tolong menolong, solidaritas sosial, dan gotong royong.

Hal serupa terjadi di tahun 2018 lalu, Indonesia pun didaulat menjadi negara paling dermawan oleh Charities Aid Foundation melalui World Giving Index dalam hal pertolongan kepada warga asing, donasi uang dan kesediaan menjadi sukarelawan. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Sabtu, 30 Mei 2020, 11:20 WIB

BI Disarankan Terbitkan Obligasi Zero Coupon