Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 05 April 2020

 

 

Anggota DPR Ajak Seluruh Pihak Duduk Bersama Atasi Banjir

EP / Parlemen / Kamis, 27 Februari 2020, 19:49 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra saat diskusi Dialektika Demokrasi dengan Tema "Banjir, Bencana atau Ketidakpahaman?” di Media Center DPR, Gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Kamis (27/2/2020).

JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Sukur Nababan berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten kota yang menyangga Ibu Kota ini duduk bersama mencari cara mengatasi banjir yang belakangan kerap terjadi di Ibu Kota dan beberapa daerah sekitarnya.

Hal tersebut dikatakan Sukur saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan Tema "Banjir, Bencana atau Ketidakpahaman?” yang merupakan wujud kerja sama Biro Pemberitaan DPR RI dengan Koordinatoriat wartawan DPR RI di Media Center DPR, Gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Kamis (27/2/2020).

“Banjir ini mengakibatkan penderitaan yang sangat luar biasa sekali, Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Banten. Dampak yang ditimbulkan bukan hanya dampak ekonomi, tetapi dampak fisiologis yang akan dibawa oleh anak-anak kita, saudara kita, sampai perkembangan pertumbuhan mereka ke depan. Oleh karena itu ayo kita duduk bareng, duduk bersama, mencari cara mengatasi banjir, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten kota termasuk yang menyangga ibu kota kita ini,” ujar Sukur.

Poltisi Fraksi PDI Perjuangan ini, berbicara banjir kita harus terintegrasi, tidak bisa lagi sepotong-sepotong. Masing-masing kabupaten kota membuat kebijakan sendiri, Provinsi membuat kebijakan sendiri, pusat pembuat kebijakan sendiri, namun diperlukan duduk bersama bagaimana cara mengatasinya.

Bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan, tidak ada gunanya berdebat. Saatnya untuk berhenti saling mem-bully.

Oleh karena itu di forum ini pihaknya juga meminta kepada wartawan untuk mendorong setiap mengambil keputusan, untuk berhenti saling menyalahkan dan berhenti membangun opini-opini tersendiri terkait bencana banjir.

“Tadi saya mengatakan bahwa saya tidak pada tempatnya untuk berbicara banjir ini akibat A, B, C, D, E. Kalau kita sudah berbicara seperti itu, satu hari aja tidak akan selesai. Kalau berbicara lagi dampak dari banjir ini, 2 hari 2 malam juga tidak akan sampai selesai, apalagi kalau kita berbicara tentang air mata dari rakyat kita yang menjadi korban banjir,” paparnya.

Atas nama rakyat yang terdampak banjir, dan sebagai Anggota DPR RI, ia meminta untuk menghentikan semua berbedaan, perbedaan politik, perbedaan warna. “Ayok duduk bareng-bareng,” tegasnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu Komisi V DPR RI mengundang seluruh stakeholder, namun  yang datang adalah perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan.

Ini tentu menjadi problem tersendiri. Karena Komisi V DPR RI tidak menyalahkan siapapun, tetapi lebih ingin duduk bersama, berdiskusi, bagaimana menyelesaikan. Tidak bisa lagi setiap tahunnya terus dihadapkan dengan banjir.

Jadi bagaimana membangun, mengintegrasikan pencegahan banjir, tata ruang, tata lokasi.

“Saya tidak ada urusan dengan normalisasi dan apapun itu, tetapi mana yang terbaik. Diskusi semua stakeholder, ayo dudukan bareng-bareng. Jadi harus ada sebuah tim dari pusat, provinsi, kabupaten kota, yang harus menyelesaikan persoalan ini,” tambahnya.

Sukur yakin dengan kerjasama semua elemen Negara banjir dapat teratasi. Pasalnya, saat ini Indonesia telah memiliki orang-orang hebat, orang-orang pintar di bidangnya.

Sehingga jika ada kemauan untuk duduk bersama mendiskusikan dan mencari solusi banjir, maka pihaknya meyakini bahwa peristiwa banjir beberapa hari lalu menjadi banjir terakhir yang terjadi di Ibu Kota Jakarta dan daerah-daerah penyangga di sekitarnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya