Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 06 Juni 2020

 

 

Anggota Komisi VI: Sanksi Keras Industri yang Bermain Harga

TK / Parlemen / Selasa, 07 April 2020, 10:53 WIB

Anggota Komisi VI DPR RI Daeng Muhammad

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Daeng Muhammad mendesak Menteri Perindustrian melakukan penyisiran terhadap industri-industri yang masih bermain dengan harga barang di tengah kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) ini.

Menurutnya kondisi memprihatinkan saat ini, sungguh tidak manusiawi bagi yang melakukan hal tersebut, maka ia menyatakan harus ada sanksi keras yang diberikan terhadap industri nakal tersebut.

Hal tersebut ia ungkapkan ketika Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Perindustrian beserta jajarannya secara virtual yang disiarkan di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Daeng mengaku kecewa terhadap beberapa produk populer yang harganya ikut melonjak hingga 200 persen dari harga normal.

“Keberpihakan Pemerintah dalam kondisi seperti sekarang terhadap rakyat itu harus betul-betul keberpihakan yang nyata. Artinya bukan saja kita menyiapkan barang industri yang berkaitan dengan APD (Alat Pelindung Diri), farmasi dan lain-lain, tetapi juga Pemerintah harus bisa intervensi kepada harga jual yang ada di pasaran. Karena kuncinya adalah kondisi seperti sekarang negara harus ada,” tegasnya.

Politisi Fraksi PAN ini meminta Menperin untuk menyampaikan permasalahan ini kepada industri, kemudian melakukan kontrol yang ketat mengembalikan harga-harga barang menjadi normal.

Menurutnya situasi saat ini sudah membuat seluruh lapisan masyarakat mengalami kesulitan di segi ekonomi sehingga menurutnya sangat keterlaluan jika masih ada pihak yang memanfaatkan.

“Kalau penjelasan Pak Menteri mengenai produksi dengan kapasitas yang luar biasa seharusnya kita tidak akan ada kesulitan untuk mendapatkan barang yang kita butuhkan. Tapi kan kenyataannya di lapangan berbeda, kelangkaan barang sangat jelas kita lihat. Harapan saya semua polarisasi yang sudah ada bisa dikontrol penjualannya,” pungkasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya