Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 17 September 2019

 

 

ASN Dituntut Kembangkan Potensi Diri Hadapi Era Globalisasi

TK / Parlemen / Selasa, 20 Agustus 2019, 19:13 WIB

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI Rahaju Setya Wardani | foto: ist

JAKARTA - Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Jenderal (Setjen) dan Badan Keahlian (BK) DPR RI Rahaju Setya Wardani menyampaikan, Aparatur Sipil Negara (ASN) diera globalisasi memiliki hak dan kewajiban dalam mengembangkan kompentensi diri sehingga dirinya mampu menjawab tuntutan perubahan saat ini.

Hal itu disampaikan usai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Setjen dan BK DPR RI menyelenggarakan sosialisasi Analisa Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (20/08).

"Setiap pegawai ASN memiliki hak untuk mengembangkan kompetensinya minimal 20 jam pelajaran pertahun, atau setara dengan pelatihan selama 3 hari dalam satu tahun," ungkap Rahaju.

Karenanya, Pusdiklat melakukan self assessment atau pengukuran kompetensi bagi seluruh pegawai ASN Setjen dan BK DPR RI guna untuk melihat kebutuhan pengembangan kompetensi para pegawai dengan mengisi formulir AKPK.

"Setelah ASN mengisi form AKPK, Pusdiklat akan melihat kebutuhannya seperti apa dimasing-masing pegawai AS, setelah itu baru dilaksanakan Diklat yang bekerjasama dengan lembaga Administrasi Negara (LAN)," jelasnya.

Singkat kata, Rahaju mengharapkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni serta memiliki kompetensi yang tinggi dapat memaksimalkan kinerja pegawai ASN yang dapat berimbas positif terhadap organisasi. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Selasa, 17 September 2019, 10:24 WIB

Paripurna DPR Setujui Perubahan Ketiga Atas UU MD3