Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 27 Juni 2019

 

 

Beredar Video Ahok Marah Saat Nyoblos di Osaka

TK / Nasional / Senin, 15 April 2019, 10:05 WIB

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di Osaka, Jepang. | foto; istimewa

JAKARTA - Video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok marah-marah saat pencoblosan Pemilu 2019 di TPS Osaka, Jepang, beredar di publik.

Ahok marah-marah pada petugas pemilihan umum di Jepang. Dalam video berdurasi 39 detik itu, tampak Ahok beradu argumen dengan petugas TPS. Ahok khawatir suaranya hilang jika surat suara habis.

Sebab, dia merasa antreannya diserobot oleh pemilih lain yang belum terdaftar.

"Walaupun saya nomor 8, tapi kalau ini duluan lalu surat suara habis, hilang hak suara saya, pak," ujar Ahok.

Petugas TPS pun berusaha menjelaskan kepada Ahok. Namun, suara petugas TPS itu kurang terdengar.

"Itu buat yang belum terdaftar pak, saya terdaftar. Layanin yang punya ini dulu baru mereka," kata Ahok.

Usai mencoblos, Ahok langsung mengunggah foto dirinya di akun instagramnya.

"Baru saja selesai memberikan hak suara pada Pemilu 2019 di Osaka, Jepang. Ayo Memilih, Jangan Golput!," tulis Ahok dalam akun media sosialnya itu.

Dari foto yang diunggahnya, pria yang kini ingin disapa BTP tersebut mengenakan kemeja berwarna putih.

Ahok mengacungkan jari telunjuk yang telah dicelupkan ke dalam tinta ungu sebagai bukti telah mencoblos dengan latar belakang tulisan Pemilu 2019 Osaka.

Sementara, Ketua PPLN Osaka Anung Wibowo menjelaskan, insiden tersebut hanya salah paham. 

"Itu salah paham saja, jadi tadinya kan Pak Ahok sudah antre, tapi dia harus pindah tempat karena banyak massa yang minta foto, terus ketika beliau kembali ke antrean lagi, dikirain nyelak gitu, terus Pak Ahok nggak terima, itu juga ngobrol-ngobrol aja, cuma karena sama-sama ngomongnya keras, sama orang-orang Makassar, sedikit panas, itu juga sebentar nggak sampai 5 menit sudah selesai urusannya," kata Anung, saat dihubungi, Minggu (14/4/2019).

Dalam video tersebut, Ahok protes karena merasa diserobot oleh WNI yang belum terdaftar. Sementara dirinya sudah tercatat dalam DPTb. 

"Memang beliau benar nyoblos, beliau terdaftar sebagai DPTb, semua kita sama, kita layani dengan baik, sama semua WNI, kami layani dengan baik, kita layani sebagai semestinya, cuma salah paham sedikit aja, cuma yang di sosmed melihatnya apa, tapi nggak sampai 15 menit sudah smooth lagi," kata Anung.

Anung menjelaskan, pada saat kejadian memang ada pendukung dari kedua kandidat peserta pemilu. Masing-masing menenangkan massanya pada saat kejadian. Dia berharap insiden serupa tak terulang. 

"Jadi nggak terjadi hal yang terlalu. Salah paham sebentar terus teman-temang 01 ada di samping saya, sama teman-teman 02 ada di samping saya, mereka masing-masing menenangkan massanya. Kami juga imbau tidak ada yang teriak-teriak lagi karena itu gedung orang nanti kita diusir, mereka bisa memahami, sudah selesai urusannya," jelas Anung. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya