Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 14 November 2019

 

 

Buka Peparpenas, Menpora: Ajang Ini Bentuk Nyata Pemerintah Tidak Membedakan Disabilitas

TK / Olahraga / Sabtu, 09 November 2019, 20:02 WIB

Menpora Zainuddin Amali didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta membuka Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Tahun 2019 di GOR Pulogadung, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (8/11) sore. | Foto: ist

JAKARTA - Menpora Zainuddin Amali didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta membuka Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Tahun 2019 di GOR Pulogadung, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (8/11) sore.

Peparpenas  2019 yang berlangsung dari tanggal 6-13 November 2019 mempertandingkan 6 cabang olahraga antara lain atletik, renang, bulutangkis, tenis meja, catur dan  boccia yang  diikuti 486 atlet dari 33 provinsi.

Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol oleh Menpora bersama para pejabat. Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan devile kontingen masing-masing provinsi yang secara teratur berjalan menuju tempat yang sudah disediakan sambil melambaikan tangan kepada Menpora.

Dalam sambutannya, Menpora menyampaikan bahwa Peparpenas kali ini adalah Peparpenas yang  ke-9 di tahun 2019. Ini berarti perjalanan olahraga paralympic untuk pelajar sudah berlangsung yang ke-9 kalinya.

"Untuk penyelenggaraan kali ini, sebenarnya digelar di Papua tapi karena kondisi tidak memungkinkan maka dipindahkan ke DKI Jakarta," ujarnya.

"Karenanya, atas nama Kementerian Pemuda dan Olahraga kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang  dalam waktu singkat ditunjuk sebagai tuan rumah. Dan alhamdulilah Provinsi DKI Jakarta bersedia menyiapkan segala sesuatunya, termasuk sumber daya manusia yang membantu penyelenggaraan Peparpenas ke-9 ini," tambahnya.

Ia melanjutkan, kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap 2 tahun sekali, dan ini membuktikan bahwa   pemerintah tidak membeda-bedakan antara penyandang disabilitas maupun tidak.

"Even olahraga ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah memperlakukan  secara sama baik yang disabilitas maupun tidak, dan prestasinya juga tetap kita harapkan. Karena dari, even ini diharapkan akan menjadi potensi untuk menjadi juara baik di tingkat nasional atau Internasional," jelasnya.

Menurutnya, berapa waktu lalu, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018.  Sebagai penyelenggara, Indonesia sudah bisa membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik.

"Namun demikian untuk prestasinya kita masih harus bersaing dengan negara-negara lain di Asia. Kita berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang serius terhadap pembinaan olahraga di kalangan disabilitas sehingga kegiatan-kegiatan paralympic seperti ini akan diikuti oleh seluruh provinsi dan semakin banyak cabang olahraga yang dipertandingkan," tutupnya.

Sementara, Isnanta, mengatakan bahwa penyandang disabilitas  bukan manusia yang perlu kita kasihani, tapi perlu kita  sejajaran dengan teman-teman yang lain. Karena kita tahu para atlet disabilitas menunjukkan prestasinya  di kancah Asia Tenggara bahkan Olimpiade.

"Karenanya, untuk tahun ini kita siapkan kader-kader muda lewat pelajar. Dari pelajar-pelajar ini nantinya yang akan mengisi Indonesia pada event-event resmi seperti Paralimpic dan Asian Para Games," ujarnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya




Rabu, 06 November 2019, 14:09 WIB

Simon McMenemy Dipecat dari Kursi Pelatih