Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 09 Desember 2021

 

 

Bupati Kuansing Tiba di Gedung Merah Putih KPK

EP / Hukum / Rabu, 20 Oktober 2021, 20:00 WIB

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (20/10/2021). | Foto: istimewa

JAKARTA - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Andi Putra dan Sudarso diketahui telah berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap izin perkebunan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang digelar pada Senin (18/10/2021).

Andi Putra terlihat menjejakkan kakinya di pelataran Gedung KPK, Jakarta sekitar pukul 18.44 WIB.

Mengenakan baju putih yang dibalut jaket berwarna hitam, Andi terlihat menenteng sebuah koper berwarna ungu saat keluar dari mobil penyidik.

Andi enggan berkomentar apapun saat dikonfirmasi awak media. Andi Putra memilih melenggang masuk ke Gedung KPK.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri menyatakan, tim penyidik akan melanjutkan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.

Usai pemeriksaan, kedua tersangka akan dijebloskan ke sel tahanan masing-masing untuk menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama sampai dengan 7 November 2021.

Andi Putra ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK, sementara Sudarso ditahan di Rutan Pomdan Jaya Guntur.

"Tim penyidik segera melanjutkan pemeriksaan dan berikutnya kedua tersangka tersebut akan dibawa ke rutan masing-masing," kata Ali saat dikonfirmasi.

Diketahui, KPK menetapkan Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perpanjangan izin HGU perkebunan sawit.

Penetapan tersangka terhadap Andi Putra dan Sudarso dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa intensif Andi Putra dan sejumlah pihak lainnya yang ditangkap dalam OTT sehari sebelumnya.

Dalam kasus ini, PT Adimulia Agrolestari mengajukan perpanjangan HGU yang dimulai pada 2019 dan akan berakhir 2024.

Salah satu persyaratan untuk kembali memperpanjang HGU adalah dengan membangun kebun kemitraan minimal 20 persen dari HGU yang diajukan.

Namun, lokasi kebun kemitraan 20 persen milik PT Adimulia Agrolestari yang dipersyaratkan tersebut, terletak di Kabupaten Kampar dimana seharusnya berada di Kabupaten Kuantan Singingi.

Agar persyaratan dapat terpenuhi, Sudarso mengajukan surat permohonan ke Andi Putra selaku Bupati Kuantan Singingi.

Hal ini dilakukan, supaya kebun kemitraan PT Adimulia Agrolestari di Kampar disetujui menjadi kebun kemitraan.

Dalam sebuah pertemuan, Andi menyampaikan kebiasaan untuk mengurus surat persetujuan dan pernyataan tidak keberatan atas 20 persen Kredit Koperasi Prima Anggota (KKPA) untuk perpanjangan HGU yang seharusnya dibangun di Kabupaten Kuantan Singingi dibutuhan minimal uang Rp 2 miliar. Sudarso menyetujui syarat tersebut.

Sebagai tanda kesepakatan, sekitar September 2021, diduga telah dilakukan pemberian pertama oleh Sudarso kepada Andi Putra uang sebesar Rp 500 juta.

Berikutnya pada 18 Oktober 2021, Sudarso diduga kembali menyerahkan kesanggupannya tersebut kepada Andi Putra dengan menyerahkan uang sekitar Rp 200 juta.

Komentar

 

Berita Lainnya




Minggu, 05 Desember 2021, 13:16 WIB

Polisi Masih Periksa Siskaeee Terkait Konten Asusila