Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 22 Juli 2019

 

 

Cegah Virus Cacar Monyet, Bandara Ngurai Rai Pasang Thermal Scanner

TK / Regional / Rabu, 15 Mei 2019, 18:30 WIB

Scanner atau alat deteksi suhu tubuh di area kedatangan internasional bandara I Gusti Ngurah Rai. | foto: istimewa

DENPASAR - Temuan kasus seorang Warga Negara (WN) Afrika yang positif mengidap cacar monyet (monkeypox) di Singapura turut diantisipasi oleh Indonesia.

Salah satunya di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang ikut melakukan pemeriksaan terhadap penumpang atau turis asal Singapura yang ingin masuk ke Bali.

"Antisipasi kami aktifkan thermal scanner, thermal scanner itu, alat untuk mendeteksi suhu tubuh. Setiap penumpang yang datang dari Singapura kita screening melewati termal scanner," kata Kepala Bidang Upaya Kesehatan Lintas Wilayah, Dirjen Pengendalian Penyakit Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Putu Alit Sudarma, via telepon, Rabu (15/5/2019).

Sudarma mengatakan alat itu bakal langsung mendeteksi ketika ada turis yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat. Turis yang dicurigai itu bakal diperiksa ke RSUP Sanglah untuk memastikan apakah menderita monkeypox.

"Jika misalnya kita curigai sebagai monkeypox kita sudah kerja sama dengan RS Sanglah untuk perawatan lebih lanjut. Terhadap orang yang sehat yang mengikuti dia, yang sempat kontak dengan yang di-suspect, kita juga lakukan surveilance epidemiologi, kita lakukan pengamatan," ujarnya.

Sudarma menambahkan pihaknya juga menyiagakan sejumlah petugasnya di bandara.

"Ya memang kita stand by di situ, kita memiliki klinik untuk penegasan ya. Intinya ada 6-8 orang on duty orang setiap hari 24 jam," ucap Sudarma.

Ia menjelaskan akan ada empat pendeteksi panas tubuh (thermal detector) itu bakal dipasang di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain Monkeypox, pihaknya juga mengantisipasi virus Mers dan Meningitis.

"Kita memiliki empat tapi yang baru dipasang itu satu, karena pertama karena memang penumpang diarahkan ke sana, ke satu titik untuk mengurangi SDM penjaganya. Efesiensi tenaga," jelas Sudarma.

"Prinsipnya kita melakukan kewaspadaan terus, jadi ada 49 flight internasional yang melewati Bandara Gusti Ngurah Rai kita melakukan selektif, artinya terpilih yang berisiko selalu kita tingkatkan kewaspadaan," sambungnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Minggu, 21 Juli 2019, 23:20 WIB

BBM Satu Harga Kini Hadir di Rote Ndao