Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 27 Mei 2019

 

 

Dilaporkan ke KPU, LSI Denny JA: Kita Bisa Buktikan Metodenya

TK / Nasional / Kamis, 18 April 2019, 19:44 WIB

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar | foto: istimewa

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA tak ambil pusing laporan yang dibuat oleh relawan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Bareskrim Polri.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar tak menanggapi serius pelaporan itu karena yakin lembaganya dapat membuktikan hasil quick count secara ilmiah.

"Satu sisi, kita nggak pernah ada masalah dengan itu karena kita bisa meyakini metodologi ilmiah ini tidak baru dilakukan pertama kali, bahwa lembaga-lembaga besar, seperti LSI dan SMRC, kan bukan lembaga baru," kata Rully di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).

Rully yakin hasil quick count yang dikeluarkan lembaganya tak berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi dari KPU. Lantas, ia menepis tuduhan penggiringan opini.

"Ketika mereka melakukan pelaporan dan semacamnya dengan tudingan melakukan pembohongan publik, nanti silakan dikonfirmasi ketika hitung rekapitulasi pleno KPU. Ketika ini berbeda jauh dengan rekapitulasi KPU, baru mereka bisa katakan bahwa lembaga ini menggiring opini publik dengan pembohongan publik," ujar Rully.

"Tapi kan kita tidak melakukan penggiringan opini apa pun dalam konteks itu. Karena kita kan baru rilis pukul 15.00 WIB, sementara pemilihan sudah selesai sebelum pukul 13.00 WIB. Jadi konteks untuk penggiringan opini publik tidak ada, tapi kebohongan publik harus dikonfirmasi dulu dengan hasil KPU," sambungnya.

Rully pun menyinggung soal hasil klaim suara yang dikeluarkan lembaga internal Prabowo-Sandi.

Ia meragukan hasil yang didapatkannya itu. Rully menyarankan pihak Prabowo membuka identitas lembaga tersebut.

"Ketika mereka tidak mempercayai ini, mereka juga seharusnya memberikan disclaimer-nya juga siapa lembaga yang mereka pakai, apa hasilnya, berapa angka yang didapat oleh pasangan lainnya. Dia hanya menyebutkan perolehannya dia pribadi, baik di exit poll maupun di quick count kan. Di exit poll dia ada angka 52 persen, lalu di quick count dia unggul di 62 persen, tapi kita kan nggak tahu siapa yang melaksanakan ini apakah kita tahu kredibilitas lembaganya dan segala macam," paparnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Senin, 27 Mei 2019, 17:37 WIB

PT FSTJ Gelar Bazar Murah di Kantor Kemendag