Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 07 Juli 2022

 

 

Dirikan Partai Pelita, Din Syamsuddin Tegaskan Tak Niat Nyapres

TK / Politik / Selasa, 17 Mei 2022, 09:10 WIB

Din Syamsuddin di sela-sela Rakernas Partai Pelita yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (16/5).

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Partai Pelita Din Syamsuddin menegaskan tujuannya mendirikan partai bukan untuk menjadi calon presiden.

"Saya niatkan untuk ikut mendirikan, menggerakkan partai, bukan untuk kita jadi presiden," kata Din di sela-sela Rakernas Partai Pelita yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (16/5).

Sambil berseloroh Din mengatakan dirinya lebih pas untuk menjadi penasihat presiden. Ia pun menegaskan bahwa Partai Pelita didirikan bukan untuk menjadi alat mencari kekuasaan.

Mantan Ketua MUI itu mengatakan, tujuannya mendirikan partai tidak sekadar untuk berkuasa. Ia ingin mendorong anak-anak muda untuk berpolitik melalui partai ini.

"Kita mendapat kesempatan untuk memimpin, anak-anak muda ingin menjadi anggota DPR, DPRD, eksekutif, bupati, wali kota, gubernur hingga perlu presiden, ini nanti kita dorong diisi oleh kaum muda," tutur Din.

"Tolong catatan ungkapan saya ini, per hari ini, sekarang ini, dan dengan mendirikan ini tidak untuk saya pribadi untuk jadi presiden atau capres," paparnya.

Din mengatakan, saat ini partainya juga belum memikirkan calon presiden yang akan diusung pada Pemilu 2024.

Menurutnya, Partai Pelita saat ini fokus untuk bisa lolos tahap verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Fokus kami ini adalah verifikasi. Setelah dinyatakan lolos peserta pemilu, boleh nanti kami berfikir yang lain," ujar Din.

Dalam kesempatan itu, Din juga menegaskan bahwa partai ini tidak berhaluan agama tertentu religius. Ia memastikan Partai Pelita didirikan untuk semua kalangan.

"Partai Pelita berkeinginan dirancang menjadi partai majemuk, partai nasionalis. Tadi salah satu pengabdiannya partai majemuk menjadi miniatur Bangsa Indonesia, lintas agama, lintas suku," pungkasnya.

Komentar

 

Berita Lainnya