Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 20 Juni 2019

 

 

Dokter Ani Hasibuan Laporkan Situs Tamshnews.com ke Polda Metro

EP / Hukum / Senin, 20 Mei 2019, 15:26 WIB

Pengacara Ani Hasibuan, Slamet Hasan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019). | foto: istimewa

JAKARTA - Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan lewat kuasa hukumnya melaporkan situs tamshnews.com ke Polda Metro Jaya.

Situs tamshnews.com dinilai menyebarkan berita bohong melalui artikel 'dr Ani Hasibuan SpS: Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS Ditemukan Senyawa Kimia Pemusnah Massal'.

"Masalah ini bergulir karena berita di tamshnews.com dan kita sinyalir media itu nggak kredibel, nggak resmi. Kita anggap berita yang dimuat tamshnews.com bermuatan kebohongan, tidak benar," kata pengacara Ani Hasibuan, Slamet Hasan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, Ani tidak pernah diwawancarai oleh portal berita tersebut. Ani juga tidak pernah memberikan statement seperti yang ditulis di portal berita itu.

Atas dasar artikel itu, Ani kemudian dilaporkan ke polisi. Polisi pun kemudian memanggil Ani untuk diperiksa sebagai saksi.

Slamet mengatakan bahwa pihaknya telah mengecek situs tersebut. Dia menyebut situs tersebut tidak terdaftar di dewan pers.

"Kita sudah cek tamshnews.com portal berita nggak resmi, nggak bertanggung jawab dan tidak terdaftar. Makanya kita laporkan tamshnesws.com dengan dugaan telah melakukan tindak pidana membuat manipulasi informasi, atau dokumen elektronik yang seolah-olah dianggap otentik atau benar," ungkap Slamet.

Dalam laporam itu, Slamet sendiri sebagai pelapornya dan terlapornya masih lidik. Alasannya karena pihaknya tidak mengetahui siapa orang yang bertanggung jawab atas portal itu.

Sementara itu, kuasa hukum Ani lainnya, Amin Fahrudin menyampaikan selain melaporkan ke pihak berwajib, pihaknya juga melaporkan portal berita tamshnews.com ke Dewan Pers.

Pihaknya berharap Dewan Pers dapat segera memberikan jawaban secara tertulis atas laporannya.

Nantinya, sambung Amin, jawaban dari Dewan Pers itu akan dijadikan bukti saat Ani menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik.

"Tindakan kami mendatangi Dewan Pers, kami ke Dewan Pers bahwa kami sudah laporkan portal itu ke Dewan Pers," kata Amin. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Senin, 17 Juni 2019, 13:37 WIB

Gugatan Praperadilan Sofyan Basir Resmi Dicabut