Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 07 April 2020

 

 

Donald Trump Minta Bantuan Korsel Kirim Alat Pengetesan Virus Corona

TK / Internasional / Rabu, 25 Maret 2020, 18:00 WIB

President Donald Trump shakes hands with South Korean President Moon Jae-in during a joint press conference at the presidential Blue House in Seoul on June 30, 2019. Chung Sung-Jun | AFP | Getty Images

JAKARTA - Sejumlah negara meminta bantuan China untuk mendeteksi dan membantu menghalau wabah virus corona (COVID-19).

Pasalnya, China menjadi negara pertama yang menghadapi pandemi, yang kini menyebar ke hampir seluruh negara dunia itu.

Namun, ini tidak berlaku bagi Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump meminta bantuan Korea Selatan (Korsel) untuk menyediakan alat uji corona.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan permintaan tersebut disampaikan Trump ketika keduanya berbincang melalui sambungan telepon.

"Presiden Trump mengajukan permintaan kepada kami untuk menyediakan alat-alat pengetesan virus corona karena ia menyebut itu sebagai kebutuhan mendesak," ujar Moon di tengah kunjungannya ke pusat pengembangan uji coba vaksin corona di Seoul.


Moon mengatakan permintaan Trump tersebut harus mengantongi izin dari Lembaga Obat dan Makanan AS (FDA). Trump menjanjikan akan memberikan kelonggaran dengan mengurus perizinan FDA dalam sehari.

"Jika ada kelebihan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri, saya akan mengirimkan banyak alat yang diminta," ujar Moon kepada Trump.

Mengutip AFP, dalam percakapan tersebut Moon tidak memberikan indikasi berapa banyak alat pengetesan virus corona yang akan dikirimkan.

Tak hanya itu, ia juga tidak memperjelas apakah akan memberikannya sebagai sumbangan atau dijual.

Terkait pernyataan Moon, pihak Gedung Putih membenarkan jika kedua pimpinan negara melakukan pembicaraan pada Selasa (24/3).

Namun Gedung Putih tidak mengatakan jika Trump melakukan permintaan seperti yang dimaksud Moon.

Trump selama ini tidak secara tersirat mengakui jika pemerintahannya kesulitan melakukan pengetesan virus corona.

Hingga saat ini hanya warga AS mengeluhkan pengetesan masih dilakukan secara terbatas, padahal kasus virus corona terus bertambah. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya