Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 21 Mei 2019

 

 

Dukung Gerakan Indonesia Bersih, Arcandra: Nilai Ekonomi Sampah Hanya Bonus

EP / Nasional / Jumat, 22 Februari 2019, 09:47 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam Rapat Kerja Nasional, Pusat dan Daerah Launching Gerakan Indonesia Bersih, Kamis (21/2). | foto: istimewa

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut mendukung Gerakan Indonesia Bersih yang menjadi bagian dari Gerakan Revolusi Mental sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam Rapat Kerja Nasional, Pusat dan Daerah Launching Gerakan Indonesia Bersih, Kamis (21/2).

"Dukungan kami berupa implementasi program waste to energy. Meski begitu, penyelesaian sampah harus kita lihat dari sisi sampah itu beban (liability). Sampah bukanlah aset. Berlomba-lombalah untuk membersihkannya, bukan untuk mencari manfaat ekonomi darinya," kata Arcandra di hadapan para peserta rekernas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamis (21/2).

Arcandra menilai kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Sampah hanyalah bonus semata.

"Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah bertujuan untuk membersihkan sampah itu sendiri. Nilai ekonomi dari listrik yang dihasilkan adalah bonus yang patut disyukuri," ungkapnya.

Dengan begitu, pengelolaan waste to energy, jelas Arcandra, dilihat dalam perspektif bagaimana sampah itu dibersihkan, bukan pada pandangan mendapatkan keuntungan (revenue) dari sampah karena akan diubah menjadi energi listrik.

Sebagaimana diketahui, biaya pembangkitan listrik dari biomassa (sampah) masih cukup tinggi dan belum banyak perusahaan yang turut ambil bagian dalam pengusahaan pembangkit listrik tenaga sampah ini.

Jika sampah sudah dianggap sebagai tanggungan atau beban, lanjut Arcandra, harapannya Pemerintah Daerah juga dapat berpartisipasi dalam mendorong pembangkit listrik tenaga sampah dalam rangka membuat sampah dibersihkan.

"Harus ada partisipasi dari Pemda dalam bentuk tipping fee, biaya yang harus ditanggung pemerintah daerah, agar keekonomian dari waste to energy itu bisa masuk," jelasnya.

Sebagai informasi, rakernas nasional pusat dan daerah kali ini dihadiri oleh beberapa menteri dalam kabinet kerja, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Menteri Industri, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan dan Menteri PUPR.

Fokus Gerakan Indonesia Bersih memberikan penekanan pada, peningkatan perilaku hidup bersih sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, kerja, dan komunitas, peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah yang holistik dan terintegrasi termasuk kali bersih, sarana dan prasarana pelayanan publik. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya