Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 08 Desember 2019

 

 

Fahira Idris Puji Kesigapan Anies Saat Tangani Kericuhan di Jakarta

MQS / Lensa / Nasional / Jumat, 24 Mei 2019, 14:49 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau sejumlah titik lokasi kerusuhan di Kawasan Thamrin dan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5). | foto: istimewa

JAKARTA - Kesigapan yang diperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Jajaran Pemprov DKI saat menangani kebutuhan medis para korban bentrokan dan terus meng-update situasi terkini dan jumlah para korban saat terjadi kericuhan di beberapa titik di Jakarta mendapat apresiasi.

Kesigapan juga diperlihatkan pasca bentrokan dengan segera memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak dan memulihkan kondisi dan aktivitas di beberapa titik pasca kericuhan dan bentrokan.

Anggota DPD RI atau Senator Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, semua kewenangan yang dipunyai Pemprov dan kepala daerah sudah maksimal dilakukan Gubernur DKI Jakarta saat dan pasca bentrokan 21 dan 22 Mei 2019. Bahkan, kesigapan Anies terus meng-update jumlah korban mampu menghentikan kesimpangsiuran informasi terkait jumlah korban.

Lebih jauh lagi, ujarnya, inisiatif memberikan informasi yang akurat tentang jumlah korban mampu mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menyebarkan berita bohong tentang besarnya jumlah korban sebagai cara untuk memprovokasi masyarakat dengan tujuan agar kericuhan semakin besar.

“Kesigapan Gubernur Anies dan jajaran Pemprov DKI sudah sangat maksimal, dan saya sebagai senator sangat mengapresiasinya. Hanya saja, saya menyayangkan ada narasi tidak elok terutama di media sosial yang melempar bola panas bentrok di Jakarta dengan menyalahkan gubernur. Bahkan kesigapan Pak Anies meng-update jumlah korban disalahartikan banyak pihak. Pandangan-pandangan keliru seperti ini harus diluruskan,” tukas Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (24/5).

Menurut Fahira, dalam setiap terjadi bentrokan atau kerusuhan massa, salah satu isu yang paling potensial dijadikan alat pemicu untuk memperluas dan memperbesar ‘api konflik dan kerusuhan’ adalah kesimpangsiuaran jumlah korban. Biasanya, pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab akan memberikan data yang menyesatkan terkait jumlah korban untuk memancing amuk massa.

“Alhamdulilah karena data korban terus di-update Pak Anies, tindakan provokasi dengan menyebar data jumlah korban yang tidak akurat bisa dicegah sehingga masyarakat tidak terprovokasi dan kerusuhan tidak meluas. Walau kesigapan meng-update data korban ini disalahartikan banyak pihak, tetapi sekarang kita bisa lihat dampak baiknya,” ujar Fahira yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI yang membidangi persoalan politik, Hukum, dan HAM ini.

Kesigapan penanganan korban oleh tim dan tenaga kesehatan Pemprov DKI juga sangat maksimal dalam menangani korban sehingga dapat meminimalisir jumlah korban yang jatuh.

“Pelayanan medis yang prima dan komunikasi publik yang cepat, tepat, dan akurat menjadi hal yang sangat penting dijalankan saat situasi seperti yang terjadi di Jakarta kemarin. Dan itu dilakukan dengan baik oleh Gubernur DKI dan jajarannya,” kata Fahira. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Sabtu, 08 Juni 2019, 17:57 WIB

Libur Lebaran, Pulau Tidung Dipadati Wisatawan




Rabu, 22 Mei 2019, 10:48 WIB

Antisipasi Aksi Lanjutan, Anies Gelar Rakor