Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 27 Mei 2019

 

 

FBI Bantu Penyelidikan Teror Bom Beruntun di Sri Lanka

EP / Internasional / Rabu, 24 April 2019, 10:53 WIB

Ilustrasi | foto: istimewa

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara langsung menyampaikan belasungkawa mendalam serta menawarkan bantuan penyelidikan kepada Pemerintah Sri Lanka untuk mengungkap rentetan serangan bom pada Minggu (21/4/2019).

Juru Bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan, serangan terhadap empat hotel, tiga gereja, serta ledakan di sebuah rumah, merupakan aksi teror paling mematikan pascatragedi 11 September 2001 di AS.

"Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden (Trump) dan memberi tahu perkembangan penyelidikan," kata dia, dikutip dari AFP, Selasa (23/4/2019).

Trump menjanjikan kepada Wickremesinghe bahwa AS akan memberi dukungan kepada Sri Lanka untuk menyeret para pelaku ke pengadilan. Keduanya juga berkomitmen untuk memerangi terorisme global.

Selain itu AS juga menjanjikan bantuan berupa tim dari Biro Penyelidikan Federal (FBI) untuk membantu kepolisian Sri Lanka.

Dilansir Reuters, Rabu (24/4/2019), Washington Post sebelumnya telah melaporkan bahwa FBI telah menawarkan tim ahli dan bahwa para analis mencari data untuk informasi mengenai serangan, yang menewaskan 321 orang.

Rentetan ledakan bom di Sri Lanka menewaskan sedikitnya 321 orang terjadi dalam waktu nyaris bersamaan sepanjang Minggu (21/4) waktu setempat. Enam ledakan pertama terjadi dalam waktu 20 menit, dua ledakan lainnya menyusul beberapa jam kemudian.

Terkait rentetan ledakan bom mematikan itu, Kepolisian Sri Lanka saat ini menangkap sekitar 24 tersangka. Para tersangka sebagian besar berkewarganegaraan Sri Lanka, dengan kebanyakan ditangkap di Colombo dan wilayah sekitarnya.

Aparat setempat mengaku akan memeriksa apakah ada keterkaitan 'jaringan luar negeri' pada mereka yang ditangkap. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya