Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 02 Juli 2020

 

 

F-PKS: Pansus Jiwasraya Harus Segera Dibentuk

EP / Nasional / Rabu, 15 Januari 2020, 18:01 WIB

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI Jazuli Juwaini (tengan) di Ruang Rapat Fraksi PKS, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI Jazuli Juwaini menyampaikan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya harus segera dilakukan dengan tujuan mempercepat penyelidikan yang dilangsungkan secara tepat dan transparan.

Menurutnya, Pansus Jiwasraya bukan untuk menjatuhkan kekuasaan, namun untuk mengungkap secara transparan dan jelas di kasus gagal bayar Jiwasraya ini.

Jazuli menambahkan, pihaknya tidak ingin orang yang tidak bersalah ikut diseret-seret dalam kasus tersebut. Kemudian, tambah Anggota Komisi I DPR RI itu, orang-orang yang ditetapkan sebagai tersangka harus tepat.

“Jadi Pansus bukan hanya untuk mengantarkan orang menjadi tersangka, kita ingin mengungkap semuanya secara terang,” ujar Jazuli di Ruang Rapat Fraksi PKS, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Seperti diketahui, kasus gagal bayar Jiwasraya bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hal ini dianggap sebagai kesalahan utama dalam mengelola investasi di dalam perusahaan. Apalagi Jiwasraya kerap menaruh dana di saham-saham berkinerja buruk.

Saham-saham yang berisiko ini mengakibatkan negative spread dan menimbulkan tekanan likuiditas pada PT. Asuransi Jiwasraya yang berujung pada gagal bayar.

Bukannya memperbaiki kinerja perusahaan dengan mempertimbangkan saham berkualitas, Jiwasraya justru menggelontorkan dana sponsor untuk klub sepak bola dunia, Manchester City, pada tahun 2014.

Pada tahun 2018, Jiwasraya membukukan kerugian unaudited sebesar Rp 15,3 triliun. Pada September 2019, kerugian menurun jadi Rp 13,7 triliun. Kemudian pada November 2019, Jiwasraya mengalami negative equity sebesar Rp 27,2 triliun. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Kamis, 02 Juli 2020, 11:59 WIB

Mendagri: i-Pop Solusi Integrasi Data Nasional