Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 24 Oktober 2019

 

 

Gubernur Anies Ingin Regenerasi Kampung untuk Pemukiman Sehat dan Layak

EP / Megapolitan / Senin, 16 September 2019, 23:02 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan secara simbolis membuka acara International Field School II and Jakarta Urban Kampung Conference 2019 di Balai Agung, Balai Kota DKI, Senin (16/9). | Foto: ist

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan secara simbolis membuka acara International Field School II and Jakarta Urban Kampung Conference 2019 di Balai Agung, Balai Kota DKI, Senin (16/9).

Kegiatan ini merupakan rangkaian kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Rujak Center for Urban Studies (RCUS) dan Pusat Studi Urban untuk Kanki Lab, Kyoto University melalui lokakarya, konferensi, dan pameran yang akan diadakan pada 16-21 September 2019.

Anies menyambut baik penyelenggaraan kegiatan yang secara umum bertujuan untuk memperkenalkan Kampung sebagai Urban Commons dan kampung dapat menjadi aset kota.

Kegiatan ini juga memperkaya pandangan dan praktek, serta inovasi dari kampung (pemukiman swadaya) seperti di kota-kota Jepang dan Taiwan. Untuk itu, melalui rangkaian kegiatan ini, ia berharap agar kampung-kampung di Jakarta menjadi kampung yang lebih layak huni dalam rangka melestarikan dan mengembangkan kampung-kampung di Jakarta. Secara lebih khusus, kegiatan kerja lapangan akan dilaksanakan di Kampung Aquarium, Jakarta Utara.

"Jadi hari ini Pemprov DKI bersama Rujak Center for Urban Studies dan Kyoto University menyelenggarakan Jakarta Urban Kampung Conference. Melibatkan warga kampung di Jakarta, aktivis, dan pemerhati kampung, juga para pakar dari berbagai wilayah di dunia. Jadi kita bersama jajaran Pemprov DKI nantinya akan melakukan Field School. Mereka akan langsung terjun ke lapangan selama beberapa hari. Ini bagian dari urban regeneration, pembangunan kembali kawasan perkampungan untuk menjadi pemukiman yang sehat dan lebih layak untuk semuanya. Kebersihannya dan kenyamanan ada, kekumuhan hilang," ujar Anies.

Kemudian Anies menambahkan bahwa proses menuju kesana itu harus dikerjakan secara sistemik, sehingga bisa tuntas.

"Artinya itu bagian dari sistem yang ada di pemerintahan. Jadi kampung-kampung ini adalah bagian dari tradisi Indonesia. Bahkan istilah kampungnya sendiri dalam bahasa Inggris diserap dari bahasa Indonesia, yang menunjukan bahwa ini unik. Kepada aparat kita yang hari ini hadir bersama, gunakan kesempatan baik ini, karena nanti akan sama-sama datang ke Lapangan. Kita kolaborasi, pastikan Field school ini berjalan dengan baik, dan mereka izinkan pulang dengan pengalaman positif,” ucapnya.

Di samping itu, Anies mengatakan, kolaborasi dalam kegiatan International Field School II and Jakarta Urban Kampung Conference 2019 ini dapat terjadi tidak hanya lintas profesi dan latar belakang saja.

Oleh karena itu, diharapkan Field School kali ini akan memberikan masukan dan kritik dalam proses perencanaan, pembangunan kembali dan pengelolaan Kampung Akuarium.

"Pada teman-teman yang teribat di sini, kami berharap di dalam Field School ini lebih banyak mendiskusikan apa yang perlu dikerjakan ke depan, diskusi tentang masa depan itu yang kita dorong untuk lebih banyak lagi," tuturnya.

Anies turut mengapresiasi RCUS dan Kanki Lab, Kyoto University didukung oleh Asia Center, Toyota Foundation, dan Kakenhi Foundation, atas sinergi dalam menyelenggarakan kegiatan International Field School untuk yang kedua kalinya.

"Sungguh kebahagiaan bagi kita, Pemprov DKI, karena Balai kota menjadi tempat konferensi pertemuan yang cukup penting ini. Sesuatu yang sudah seharusnya kita lebih sering melakukan. Karena sebenarnya Jakarta hari ini adalah Jakarta yang semua dibangun dari kampung," tandasnya.

Perlu diketahui, Jakarta Urban Kampung Conference 2019 yang mengangkat tema 'Reviving Urban Commons' ini merupakan rangkaian acara International Field School II on Kampung Akuarium, dan merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan Rujak Center for Urban Studies dan Kyoto University, termasuk pelaksanaan kunjungan lapangan ke-6 Kota di Jepang pada bulan Maret 2019 lalu dengan perwakilan dari warga 3 (tiga) kampung, yang diikuti oleh perwakilan kampung Akuarium dan LBH Jakarta.

Kemudian, kegiatan Field School sendiri dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan  21 September 2019 di Penjaringan, Kampung Akuarium, dan Museum Bahari.

Sedangkan Pameran 'Ini Kampung: Edisi Kampung Akuarium' digelar pada tanggal 21 September - 31 Oktober 2019 di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Konferensi dan rangkaian kegiatan field school dilaksanakan berdasarkan pada prinsip social production of habitat. Peserta field school terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk arsitek, sosiolog, antropolog, perencana kota, penggiat komunitas, warga kampung dan PNS.

Turut hadir dalam acara pembukaan ini, Kiyoko Kanki, Profesor Kyoto University; Rita Padawangi, Senior Lecturer Singapore University of Social Sciences; Yusing Lim, Architect Akanoma Studio; Jin Yung Wu, Profesor National Taiwan University; Masato Soda, Nawa Architect and Associates; Elisa Sutanudjaja, Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies; Suharti, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian, Kependudukan dan Permukiman; serta Para Pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Komentar

 

Berita Lainnya




Selasa, 22 Oktober 2019, 10:50 WIB

Jakarta Diprediksi Cerah Berawan