Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 20 September 2020

 

 

Ini 6 Kontribusi BMN untuk Indonesia

EP / Ekonomi / Selasa, 15 September 2020, 20:00 WIB

Direktur BMN DJKN, Encep Sudarwan | foto: ist

JAKARTA - Direktur Barang Milik Negara (Direktur BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Encep Sudarwan memaparkan 6 kontribusi Barang Milik Negara (BMN) dalam acara web series Biro Manajemen Barang Milik Negara (BMN) dan Pengadaan bertema “Optimalisasi BMN untuk Meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Masa Pandemi COVID-19” pada Selasa, (15/09) secara virtual di Jakarta. 

Pertama adalah sebagai sumber pembiayaan APBN dimana BMN digunakan sebagai underlying asset penerbitan Surat Berharga Surat Negara (SBSN) atau Sukuk.

Kedua, sebagai salah satu pos penerimaan negara lewat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari skema pemanfaatan BMN seperti sewa, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah/bangun serah guna, kerja sama penyediaan infrastruktur, dan kerja sama terbatas untuk pembiayaan infrastuktur.

Ketiga sebagai stimulus perekonomian dengan kemudahan pengajuan pemanfaatan BMN sehingga dapat membantu pertumbuhan UMKM seperti penyewaan kantin. 

Keempat, BMN sebagai penghematan atau cost saving contohnya penggunaan BMN untuk kepentingan publik seperti penggunaan Wisma Atlet, dan Asrama Haji sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 daripada harus membangun gedung baru.

Kelima, BMN juga mendukung perekonomian dengan penyediaan infrastruktur seperti pembangunan jembatan, jalan, dan irigasi.

Keenam, pengelola BMN merupakan aset manajer yang handal bagi Kementerian/Lembaga (K/L) sehingga penggunaan BMN yang tepat sasaran bermanfaat untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"BMN kontribusinya dalam pembiayaan APBN sebagai underlying asset. Kita menjadi aset manajer K/L, adanya HBU (Highest and Best Uses), revenue (penerimaan), dan cost efficiency demi mendukung ekonomi. Contohnya bandara, lapangan golf daripada tidak terpakai, tanahnya terjaga, nilanya meningkat, menciptakan lapangan kerja.  Kalau ada PNBP, jadi stimulus perekonomian, cost saving. Pemanfaatan BMN tidak hanya uang sebesar-besarnya masuk. Itu Ok, tapi satu lagi, aset jadi terjaga, baik, mengcreate ekonomi, multiplier effectnya jadi lebih baik," pungkasnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya