Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 20 Agustus 2022

 

 

Ini Alasan SBY Ingatkan Hanya AHY Matahari Partai Demokrat

TK / Politik / Selasa, 19 April 2022, 12:36 WIB

Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

JAKARTA - Partai Demokrat menjelaskan maksud Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengingatkan hanya ada satu matahari di partai.

Matahari yang dimaksud itu yakni Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sedangkan SBY hanya mendorong dari belakang.

"Saat ini, Ketum AHY yang memegang penuh kendali Partai Demokrat. SBY memilih tut wuri handayani. Mendorong dari belakang disertai doa," kata Kepala Bamkostra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/4/2022).

Herzaky mengatakan hal itu perlu ditegaskan karena sosok SBY yang menjadi figur sentral di mata kader. Dia menilai Demokrat memang tidak bisa dilepaskan dari figur SBY.

"Hal ini penting untuk ditegaskan karena memang figur SBY di mata kader tetap merupakan figur sentral dalam perjuangan partai. Demokrat memang tidak bisa dilepaskan dari sosok SBY yang sukses memimpin Indonesia dan berhasil membawa Demokrat menjadi partai besar. Hanya saja, itu dulu. Kini, eranya telah berbeda," ujarnya.

Oleh karena itulah, kata Herzaky, SBY menekankan kepada seluruh kader bahwa AHY lah yang saat ini memegang kendali.

"Sehingga Bapak SBY merasa perlu kembali untuk mengingatkan kepada seluruh kader bahwa AHY-lah yang kini memegang kendali. Beliau sendiri sejak lama sudah memutuskan untuk tidak aktif lagi di day to day politics," ucapnya.

Herzaky menegaskan AHY bertanggung jawab penuh atas kendali partai. Mulai dari konsolidasi internal hingga permasalahan yang menyerang partai.

"AHY-lah yang memimpin secara langsung partai ini membantu rakyat sejak pandemi. Menyuarakan aspirasi dan harapan rakyat di parlemen dan ruang publik. Mengkritisi langkah-langkah pemerintah yang tidak pro rakyat dan kontraproduktif dengan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi," kata Herzaky.

"Memimpin langsung upaya mengatasi abuse of power yang dilakukan KSP Moeldoko yang ingin merebut secara paksa dan ilegal kepemimpinan sah Partai Demokrat. Begitu pula terkait dengan konsolidasi internal, dengan pergantian kepengurusan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Seluruhnya merupakan keputusan AHY selaku ketua umum bersama dengan tim yang ditentukan oleh AD/ART Partai Demokrat," tambahnya.

SBY, kata Herzaky, menilai kepemimpinan AHY yang sudah berjalan dua tahun ini sudah tepat. Hal itu terbukti dengan melonjaknya elektabilitas Demokrat selama dua tahun terakhir.

"Kepemimpinan AHY selama dua tahun ini menurut Bapak SBY, sudah di jalur yang tepat. Rakyat semakin banyak yang kembali menaruh harapan kepada Partai Demokrat. Apresiasi dan antusias masyarakat menyambut kedatangan AHY dimana-mana. Begitu pula yang tercermin dalam hasil berbagai survei. Demokrat terus menunjukkan lonjakan elektabilitas yang sangat signifikan dalam dua tahun terakhir ini," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, SBY menegaskan hanya ada satu matahari dalam Partai Demokrat. SBY menyebut Partai Demokrat hanya dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saat ini dalam perjuangan politik Demokrat yang memimpin adalah Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono. Ingat, hanya ada satu matahari dalam Partai Demokrat," kata SBY saat menyampaikan sambutan di Acara Malam Silaturahmi dan Kontemplasi di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/4).

Komentar

 

Berita Lainnya