Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 20 Juni 2019

 

 

Ini Penjelasan Polri Soal Video Viral Brimob Pukuli Pria di Kampung Bali Tanah Abang

TK / Nasional / Sabtu, 25 Mei 2019, 12:07 WIB

Lokasi video viral polisi pukuli pria usai aksi 22 mei. | foto: ist

JAKARTA - Polisi meluruskan video viral sejumlah personel Brimob memukuli seorang pria dan tewas pada Kamis (23/5).

Kejadian tersebut disebut berada di halaman Masjid Al-Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII No.3, RT.2/RW.10, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan video yang viral tersebut hoaks.

Menurutnya, pria yang ada dalam video tersebut adalah seorang perusuh aksi 22 Mei atas nama Andri Bibir berusia 30 tahun.

"Dalam hal upaya penangkapan perusuh atas nama A alias Andri Bibir, apa yang dilakukan oleh oknum anggota tidak dibenarkan. Seharusnya kepada pelaku perusuh yang sudah menyerah tidak boleh lagi dilakukan tindakan berlebihan, eksesif," kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Dedi mengatakan Polri akan melakukan pemeriksaan internal terhadap petugas yang terlibat dalam pemukulan tersebut.

Dia mengatakan petugas mengambil tindakan represif karena Andri Bibir terlibat aktif dalam aksi 22 Mei yang berujung kerusuhan.

"Prinsip kepada personel Polri yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di kepolisian pasti akan kami proses sesuai mekanisme yang ada," kata Dedi.

"Insiden ini dipicu oleh penyerangan yang dilakukan oleh selain tersangka Andri Bibir kepada petugas serta berupaya melarikan diri saat akan diamankan," sambungnya.

Dedi mengungkapkan, peran Andri Bibir dalam kerusuhan 22 Mei yakni menyediakan batu bagi perusuh lain untuk membuat rusuh dan menyerang petugas.

Selain batu, Andri juga bertugas menyuplai air ke teman-temannya yang terkena gas air mata untuk mencuci muka.

"Batu itu disiapkan tersangka Andri Bibir untuk disuplai kepada teman-temannya yang melakukan demo. Demo ini tidak spontan, artinya by setting untuk menciptakan kerusuhan. Dia juga menyiapkan jerigen berisi air agar teman-temannya yang terkena gas air mata bisa cuci muka dengan air di jerigen ini," terangnya.

Ia menjelaskan pemukulan terhadap Andri lantaran kabur usai tepergok berperan dalam kerusuhan 22 Mei.

"Tersangka Andri Bibir ini waktu lihat anggota, langsung dia mau kabur karena merasa salah. Ketakutan dia. Dikepung oleh anggota pengamanan," jelas Dedi. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya