Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 06 Desember 2022

 

 

Irjen Teddy Minahasa Cabut BAP Kasus Narkoba, Ini Respons Polisi

TK / Hukum / Minggu, 20 November 2022, 21:24 WIB

Tersangka kasus peredaran narkoba Irjen Teddy Minahasa (tengah) berjalan menuju ruang tahanan usai menjalani pemeriksaan di Markas Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022). | Foto: ANTARA/Reno Esnir

JAKARTA - Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mukti Juharsa mengatakan, pencabutan berita acara pemeriksaan (BAP) tidak menghilangkan atau menggugurkan perbuatan pidana, dalam kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Teddy Minahasa.

Ia menjelaskan bahwa pencabutan BAP tersebut memang merupakan sebuah hak dari kuasa hukumnya lantaran itu masuk dalam ranah pembelaan terhadap kliennya.

"Untuk pencabutan BAP itu adalah hak paten dari hak kuasa hukumnya untuk membela kliennya, tapi pencabutan BAP bukan berarti perbuatan pidananya gugur menjadi dihapus, hilang, ataupun tidak ada sama sekali," ujar Mukti kepada wartawan, Minggu 20 November 2022.

Mukti menjelaskan bahwa pencabutan BAP itu tidak akan menggugurkan kasus pidananya, lantaran polisi telah menemukan empat alat bukti dalam kasus peredaran narkoba Irjen Teddy Minahasa.

"Kita telah punya 4 alat bukti yang pertama keterangan saksi, yang kedua keterangan ahli, yang ketiga petunjuk, yang keempat adalah surat. Sudah lengkap alat bukti kita," tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Irjen Teddy Minahasa mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) atas kasus peredaran narkoba yang menjeratnya. Pencabutan BAP ini dibenarkan kuasa hukum Teddy, Hotman Paris.

"Hari ini Teddy Minahasa dalam BAP-nya menyatakan mencabut seluruh BAP sebagai tersangka baik BAP pertama dan kedua. Termasuk mencabut BAP yang pernah diberikan sebagai saksi tersangka Doddy dan tersangka Linda," ujar Hotman Paris kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat, 18 November 2022.

Kata Hotman, pencabutan BAP ini dilakukan setelah pihaknya mengetahui seluruh barang bukti kasus peredaran narkoba yang menjerat Teddy masih utuh.

Adapun barang bukti 5 kilogram sabu menjadi objek penyidikan perkara yang melibatkan Teddy Minahasa.

Sabu 5 kilogram itu mulanya dikatakan sebagai barang bukti narkoba yang telah disisihkan dari total 41,4 kg saat pengungkapan kasus. 

Teddy diduga memberikan perintah untuk menukar 5 kg sabu itu dengan tawas. Perintah itu dikatakan Teddy ke AKBP Doddy Prawiranegara yang saat itu merupakan Kapolres Bukittinggi.

Namun, Hotman menegaskan temuan 5 kg sabu itu ternyata tidak ditukar dan masih utuh di jaksa.

"Jadi 5 kg yang menjadi barang bukti masih utuh dan disimpan jaksa," jelasnya.

Komentar

 

Berita Lainnya