Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 19 November 2019

 

 

Iwan Fals Kritik Karhutla di Panggung Synchronize

EP / Selebritis / Minggu, 06 Oktober 2019, 14:15 WIB

Musisi legendaris Iwan Fals menjadi penampil kejutan di tengah-tengah gelaran festival musik Synchronize Fest 2019 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10) malam. | foto: ist

JAKARTA - Musisi legendaris Iwan Fals menjadi penampil kejutan di tengah-tengah gelaran festival musik Synchronize Fest 2019 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10) malam.

Dengan setelan kaos berkerah dan celana jeans, Iwan muncul sambil menggendong gitar dan memainkan harmonika.

"Assalamu'alaikum, senang di tengah-tengah orang kreatif. Synchronize, sinkron, harmoni, pas," ucap Iwan menyapa penonton sebelum memainkan lagu hit 'Belum Ada Judul'.

Iwan muncul tepat pukul 22.00 WIB di panggung 'Dynamics Stage,' yang mana bila mengacu jadwal itu seharusnya penampilan kolaborasi Oom Leo Berkaraoke dengan band melayu Radja, Setia Band, Wali, dan Andika 'Kangen Band.' .

Selama penampilannya, Iwan cukup banyak bicara tentang isu-isu sosial-politik yang tengah ramai selama beberapa waktu belakangan.

Mulai dari demonstrasi mahasiswa dan pelajar berujung kerusuhan, kebakaran hutan dan lahan, pelantikan DPR, Kartu Prakerja hingga persoalan Papua. Kritik demi kritik ia sampaikan sebelum menyanyikan lagu terkait isu tersebut.

Misalnya, meneriakkan slogan 'Reformasi Dikorupsi' serta menyampaikan pesannya untuk Ketua DPR terpilih, Puan Maharani sebelum menyanyi 'Suara Untuk Wakil Rakyat.'

"Baru dilantik udah enggak komplet," sindir Iwan kepada anggota DPR terpilih 2019-2024.

"Mbak Puan kalau anggotanya tidur lempar pakai palu, ketimbang dilempar sama kita," tambah Iwan yang kemudian dengan lantang bersama penonton menyanyikan lagu 'Suara Untuk Wakil Rakyat.'

"Jangan tidur sambil ngentit duit rakyat. Ya Allah mudah-mudahan wakil rakyat kita enggak menyusahkan kita," tambahnya.

Selain itu, Iwan juga berbicara soal kartu pra kerja yang dijanjikan pemerintah sebelum menyanyikan lagu Yang Terlupakan serta memberi pernyataan lantang tentang karhutla lewat empat lagu yang di-medley.

Lagu-lagu itu di antaranya 'Isi Rimba Tak ada Tempat Berpijak Lagi,' 'Serdadu', 'Tikus Tikus Kantor', dan 'Cendrawasih'.

Di tengah-tengah penampilan, visual merah menyala, bak dalam situasi kebakaran melatari Iwan.

"Film penggusuran, film bla bla bla, mudah- mudahan lepas dari kejadian kemarin yang terjadi. Walaupun ada sodara kita yang kepanasan karena pohon terbakar, ada yang bilang dibakar," kata Iwan sebelum mulai bernyanyi.

"Sehat semua, yang penting pulang lebih sehat lah. Main begini aja kepanasan, gimana sodara kita yang kebakaran," tambahnya.

Selama tampil kurang lebih satu jam, Iwan menutup penampilannya dengan lagu 'Ini Bukan Mimpi'. Slogan 'Bhinneka Tunggal Cinta' pun muncul di latar panggung.

Hanya saja, penonton tampaknya belum terpuaskan dengan penampilan Iwan. Mereka meneriakkan 'Bento' untuk dinyanyikan Iwan.

"Simpan Bento-nya dalam hati saja, tapi jangan jadi Bento," kata Iwan.

Penonton tetap kukuh, Iwan pun coba memenuhi dengan meminta penonton bernyanyi bersama, tanpa iringan musik.

"Kalian nyanyi, kita di sini yang joget," ajak Iwan.

Tidak hanya berbicara soal isu sosial-politik, Iwan pun turut mengapresiasi pertunjukan Synchronize Fest yang menyuguhkan penampilan musisi-musisi Indonesia. Dia sendiri mengaku kaget melihat banyak bakat yang tampil di festival musik tahunan itu. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya