Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 25 Januari 2021

 

 

Jadi Wapres Perempuan Pertama AS, Kamala Harris: Saya Mungkin Pertama, Tapi Bukan yang Terakhir

TK / Internasional / Minggu, 08 November 2020, 13:01 WIB

Kamala Harris

WILMINGTON – Terpilihnya Kamala Harris sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) telah mengukir sejarah baru. Ia mencatatkan namanya sebagai wapres perempuan pertama di Amerika Serikat.

Mendapati kondisi ini, Kamala Harris tentu saja merasa senang dan tersanjung. Ia pun berharap bahwa di masa depan ada lagi perempuan-perempuan lainnya yang bisa mengikuti jejaknya dalam memimpin Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan Harris dalam pidato kemenangannya yang digelar di Wilmington, Delaware, Minggu (8/11/2020) pagi WIB.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak anak-anak di seluruh Amerika Serikat untuk menggantungkan mimpinya setinggi langit. Sebab, negaranya telah terbukti membuka lebar untuk mewujudkan beragam mimpi, tanpa memandang gender ataupun ras.

“Meskipun saya mungkin perempuan pertama di jabatan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir. Karena setiap gadis kecil yang menonton malam ini melihat bahwa ini adalah negara penuh peluang,” ujar Harris dalam pidato kemenangannya, Minggu (8/11/2020).

“Dan kepada anak-anak di negara kami, apa pun jenis kelamin Anda, negara kami telah mengirimi Anda pesan yang jelas: Bermimpilah dengan ambisi, pimpin dengan keyakinan. Kemudian, kami akan memuji Anda di setiap langkahnya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Harris juga menyampaikan tekadnya untuk memperjuangkan para perempuan di Amerika Serikat. Ia berharap kesetaraan, kebebasan, dan keadilan bisa berlaku untuk semua pihak, tanpa harus memandang gender ataupun ras.

“Jadi, saya memikirkan tentang generasi perempuan, perempuan kulit hitam, perempuan Asia, kulit putih, Latin, dan pribumi Amerika sepanjang sejarah bangsa kita yang telah membuka jalan untuk momen malam ini,” tutur Harris.

“Perempuan yang berjuang dan berkorban begitu banyak untuk kesetaraan, kebebasan, dan keadilan untuk semua, termasuk perempuan kulit hitam, yang terlalu sering diabaikan, tetapi sering membuktikan bahwa mereka adalah tulang punggung demokrasi kita,” lanjut perempuan berusia 46 tahun itu.

Komentar

 

Berita Lainnya


Rabu, 30 Desember 2020, 13:30 WIB

Beijing Lockdown Lagi Akibat Naiknya Kasus COVID-19




Sabtu, 26 Desember 2020, 19:46 WIB

Serangan Bom di Afghanistan Tewaskan 2 Polisi