Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 27 Mei 2019

 

 

Jaksa Hadirkan Empat Ahli di Sidang Ratna Sarumpaet

EP / Hukum / Kamis, 25 April 2019, 10:30 WIB

Terdakwa Ratna Sarumpaet | foto: istimewa

JAKARTA - Sidang perkara kasus penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet kembali digelar hari ini, Kamis (25/4/2019). Ratna tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pukul 08.30 WIB.

Dalam persidangan kali ini, akan ada empat saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Mereka adalah ahli sosiologi Dr Trubus, ahli bahasa Niknik, ahli pidana Dr Meti Rahmawati Argo dan ahli digital forensik Saji Purwanto.

Namun, Ratna menilai saksi yang dihadirkan akan memberatkan dirinya.

"Ini saksi dari ahli kan dari Jaksa, ya gak tahu, kalau dari Jaksa itu memberatkan dong," kata Ratna ketika berjalan memasuki Pengadilan Negeri Jakarta Selatan didampingi sejumlah aparat kepolisian.

Menurut Ratna, hingga saat ini saksi-saksi fakta yang dihadirkan ke persidangannya belum ada yang mengarah ke dakwaan.

Ratna sendiri didakwa membuat keonaran melalui berita bohong atau hoaks yang dibuatnya.

"Kan saksi fakta lebih ke arah keonaran yang mesti dikejar," ujar Ratna.

Menurutnya, sejauh ini hanya ada dua orang yang didatangkan sebagai saksi dan sesuai dengan dakwaannya. Yakni saksi dari pendemo dan juga polisi.

Sebelumnya, Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Perbuatan penyebaran berita bohong itu diduga dilakukan dalam kurun waktu Senin 24 September 2018 sampai Rabu 3 Oktober 2018 atau pada waktu lain setidak-tidaknya dalam September hingga Oktober 2018, bertempat di rumah terdakwa di Kampung Melayu Kecil V Nomor 24 Rt 04 RW 09, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Perbuatan Ratna ini mendapat reaksi dari masyarakat dan sejumlah tokoh politik. Setelah melalui perdebatan panjang di sosial media dan media massa, pada 3 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet menyatakan telah berbohong tentang penganiayaannya. Dia pun meminta maaf. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya