Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 15 November 2019

 

 

Komisi IV Pantau Ketersediaan dan Harga Pangan Jelang Lebaran

TK / Parlemen / Kamis, 23 Mei 2019, 11:06 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan | foto: ist

JAKARTA - Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI memantau ketersediaan dan harga pangan menjelang Hari Raya Lebaran di Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan saat memimpin Tim Kunspek Komisi IV DPR RI ini mengungkapkan pihaknya ingin memastikan ketersediaan pangan cukup dalam rangka Bulan Ramadan dan menyambut Idul Fitri, dengan harga yang stabil dan masyarakat tidak dibebani dengan harga yang tinggi serta masyarakat tidak dibebani kesulitan pangan.

“Kami sangat apresiasi kepada Pemerintah, khususnya kepada BULOG karena semuanya berjalan dengan baik. Bahkan kasus harga bawang putih yang sempat melonjak Rp 100 ribu lebih kini sudah stabil menjadi harga Rp 20 ribuan. Tetapi kami berharap kejadian seperti kemarin tidak terulang, maka harus direncanakan dengan baik berbasis data terhadap kebutuhan dan keseimbangan supply dan demand,” ujar Daniel di sela-sela memimpin Tim Kunspek meninjau Kantor Perum BULOG Divre Jawa Timur, Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Dalam peninjauan yang turut dihadiri jajaran Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan maupun Kementerian Perdagangan itu, Daniel menilai semua ketersediaan dan harga pangan di seluruh Indonesia masih stabil dan aman.

Namun terkait penugasan rekomendasi kepada BULOG yang selama ini belum terealisasi, pihaknya meminta Menteri Perdagangan segera mewujudkan rekomendasi untuk pengadaan bawang putih.

“Kami minta jangan sampai saling menghadang, karena keterlambatan dari rekomendasi itu pengaruhnya kepada masyarakat menjadi sulit, harga menjadi tinggi dan sangat merugikan masyarakat. Sebelumnya saja harga bawang putih mencapai Rp 100 ribuan dan sekarang sudah Rp 20 ribuan, jadi sudah mengambil Rp 100 ribu per kilogram uang rakyat dengan keterlambatan ketersedian bawang putih itu,” ungkap Daniel.

Di sisi lain, menurut politisi F-PKB itu, jika nantinya BULOG sudah menjadi Badan Pangan Nasional, maka sudah tidak lagi diperlukan Satgas Pangan.

“Artinya untuk wewenangnya Bulog kita tingkatkan dan itu termasuk dalam amanat Undang-Undang. Sehingga tidak diburu selalu mencari untung, tapi sudah menjadi tugas obligasi sepenuhnya dan memastikan stabilitas harga baik untuk konsumen dan petani,” ujar Daniel.

Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum BULOG Bachtiar Utomo mengatakan, ketersedian stok beras dari BULOG lebih dari 2,2 juta ton dan sudah tersebar ke seluruh divre di Indonesia.

“Ketersedian beras sudah tidak ada lagi persoalan. Terkait minyak dan gula kita sudah bantu menstabilkan. Harga gula pun kita jual dari BULOG di rumah pangan hanya sekitar Rp 12 ribu saja dan minyak kita jual dengan harga Rp 11 ribu,” jelasnya.

Untuk menahan harga pangan yang cenderung naik, BULOG bersama Kemendag dan Kementan, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerjasama melakukan monitoring di pasar-pasar.

“Masalahnya setiap setahun sekali ini pedagang maupun tengkulak menaikkan harga sendiri, padahal barang dari kita belinya murah. Untuk itu perlu kita imbau supaya para pedagang di pasar ini mencari untungnya jangan terlalu besar,” pungkas Bachtiar. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Kamis, 14 November 2019, 20:25 WIB

Penanganan Karhutla Perlu Kesadaran Masyarakat