Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 15 November 2019

 

 

Komnas HAM: Dua Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Akibat Peluru Tajam

EP / Nasional / Kamis, 13 Juni 2019, 14:32 WIB

Sejumlah massa menyerang ke arah petugas kepolisian saat terjadi bentrokan Aksi 22 Mei. | foto: istimewa

JAKARTA - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyebut penyebab tewasnya dua warga yang meninggal dunia saat kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 di Jakarta akibat diterjang peluru. Hal itu dinyatakan Taufan berdasarkan data kepolisian.

"Saya kira hampir bisa kita pastikan dari peluru tajam, apalagi yang dua (tewas) ditemukan peluru tajam," kata Taufan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Taufan meyakini bahwa korban tewas akibat ditembak dengan peluru tajam berdasarkan luka yang ditimbulkan. Pasalnya, dari sejumlah korban lain yang terkena tembakan peluru karet, luka antara keduanya berbeda.

"Karena beberapa korban peluru karet, kita lihat pelurunya hanya nempel di situ (tubuh), tidak sampai membahayakan. Jadi berbeda dengan korban yang meninggal," ujarnya.

Oleh karena itu, dia mendesak kepolisian segera mengusut adanya dugaan penggunaan peluru tajam dalam aksi 22 Mei. Taufan meminta polisi mengungkap siapa yang menggunakan peluru tajam.

"Harus dicari siapa yang menembakkan peluru tajam itu. Karena memang betul dari 8 yang meninggal tertembak itu, 4 diautopsi dan hanya 2 didapati pelurunya. Saya kira semua bisa meyakini bahwa itu pasti karena peluru tajam," kata Taufan.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya memang telah mengeluarkan pernyataan terkait korban tewas dalam rusuh dini hari 22 Mei. Namun, Tito meminta masyarakat jangan langsung menarik kesimpulan mereka merupakan korban aparat.

"Saya mendapatkan laporan dari Kabiddokes, ada 6 orang meninggal dunia. Informasinya ada yang kena luka tembak, ada yang kena senjata tumpul," ujar Tito dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5). (*)

Komentar

 

Berita Lainnya