Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 20 Juni 2019

 

 

Laporkan KEM-PPKF 2020, Pemerintah Fokuskan Tiga Strategi Makro Fiskal

TK / Parlemen / Rabu, 12 Juni 2019, 09:43 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tanggapan Pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR RI terhadap laporan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2020, di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019) | foto: ist

JAKARTA - Pemerintah RI diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tanggapan Pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR RI terhadap laporan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2020, pada Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon.

Dalam laporannya, Sri Mulyani menyampaikan akan menempuh tiga strategi makro fiskal untuk menghadapi dinamika perekonomian global tahun mendatang.

Di hadapan Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019), Sri Mulyani memaparkan, berdasarkan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G-20 di Fukuoka, Jepang, beberapa hari lalu, kondisi terkini perekonomian global masih dipenuhi tantangan dan ketidakpastian akibat eskalasi perang dagang, persaingan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas.

Kondisi inilah yang menyebabkan menurunnya proyeksi pertumbuhan ekonimi dunia, pelemahan investasi dan perdagangan global.

Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi dunia kini dipangkas 0,3 persen menjadi hanya 2,6 persen menurut Bank Dunia, 3,3 persen menurut IMF, dan 3,2 persen menurut OECD.

Pertumbuhan perdagangan global yang hanya mencapai angka 2,6 persen inilah yang merupakan terendah sejak krisis keuangan global 2008.

Berdasarkan dinamika perekonomian global dan perekonomian domestik, KEM-PPKF tahun 2020 disusun dengan memperhatikan adanya komponen tersebut, serta memperhatikan pelaksanaan APBN 2019 lalu.

Sri Mulyani menyampaikan tema kebijakan fiskal tahun 2020 adalah “APBN untuk Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas SDM”. Berdasarkan tema tersebut, Pemerintah akan menempuh tiga strategi makro fiskal.

Pertama, mobilisasi pendapatan untuk pelebaran ruang fiskal. Kedua, kebijakan spending better untuk efisiensi belanja dan meningkatkan belanja modal pembentuk aset. Ketiga, mengembangkan pembiayaan yang kreatif serta mitigasi risiko untuk mengendalikan liabilitas.

Di akhir pemaparannya, Sri Mulyani juga memaparkan sumber pembiayaan untuk menutup deficit sehingga pengendalian risiko fiskal bisa berjalan optimal, utamanya melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Sumber pembiayaan akan difokuskan dari dalam negeri, dengan menerbitkan SBN ritel lebih banyak.

“Hal ini diharapkan agar bagi masyarakat kita, SBN ritel akan menjadi alternatif investasi yang aman dan menjanjikan dengan tingkat pengembalian yang menarik di masa depan,” imbuh Sri Mulyani.

Pada Rapat Paripurna sebelumnya, Sri Mulyani telah memaparkan bahwa sebagai pelaksanaan tahun pertama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Pemerintah masih akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif yang terarah dan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah pelemahan global.

RAPBN Tahun Anggaran 2020 dengan tingkat defisit dalam rasio Produk Domestik Bruto (PDB) terjaga rendah, sebagai upaya menjaga keamanan dan keberlangsungan fiskal. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya