Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 25 September 2022

 

 

Mahfud MD: Orang-orang Ferdy Sambo Sembunyikan Tewasnya Brigadir J dari Kapolri

TK / Nasional / Kamis, 18 Agustus 2022, 21:41 WIB

Menko Polhukam Moh. Mahfud MD | foto: ist

JAKARTA - Kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat sempat disembunyikan informasinya oleh 'orang-orang Irjen Ferdy Sambo' dari Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengatakan hal tersebut dalam Youtube Akbar Faisal, Rabu (17/8/2022).

“Karena di Polri itu memang ada semacam pusat-pusat kekuatan ya. Jadi, kenapa Kapolri itu tidak selalu mudah menyelesaikan masalah di sana, karena dia sebenarnya meskipun secara formal yang menguasai tapi di situ ada kelompok-kelompok yang bisa menghalangi,” ucap Mahfud MD.

“Itu termasuk yang kasus ini kan, misalnya yang kasus Sambo ini disembunyikan dari Kapolri oleh orang-orangnya Sambo, sehingga Kapolri agak terasa lambat tapi dia kan responsif terhadap isu-isu dari luar, misalnya komunikasi dengan kita, dengan masyarakat.”

Dari gambaran ini, Mahfud menuturkan perlu ada pembenahan di Polri agar terjadi kesatuan sebagai sebuah institusi pemerintah di bidang keamanan.

Apalagi bukan rahasia jika ada kelompok-kelompok di internal Polri yang akhirnya membuat Polri tidak sinergis.

“Dan itu biasanya ya dibekingi atau dilatarbelakangi oleh kelompok-kelompok kepentingan,ini ngurus,ini harus gini gitu, itu rame lah kalau di Polri, tapi ya itu sebenarnya menurut saya ada reformasi internal dan terbatas,” ujar Mahfud MD.

“Karena kalau bicara reformasi yang sekarang ini rame ya, saya harus sebut sumber biar tidak dikira saya nyebar hoax, yang sudah lama rame itu supaya polisi itu diletakkan di bawah satu Kementerian.”

Mahfud menyampaikan pengusul Polri ada di bawah kementerian adalah Duta Besar Indonesia di Filipina Agus Widjojo.

“Itu sudah lama sebenarnya kita di Lemhanas sudah bicara itu terus, nah ada yang usul itu dan itu banyak disambut oleh masyarakat, jadi letakkanlah dibawa Kejaksaan Agung kepolisian itu atau di bawah Kementerian Dalam Negeri atau dibawa Menkumham,” kata Mahfud MD.

“Seperti TNI di bawah Menteri Pertahanan kan, nah kan di Polri itu pengatur kebijakan dan pelaksanaannya ada di satu institusi, pembuat policy-nya, nah ada yang bilang, anu aja kalau gitu, diangkat aja seorang menteri senior menjadi menteri keamanan sebagai partnernya Menteri Pertahanan.”

Tapi menurut Mahfud MD, hal tersebut sulit dan lama karena ranjau-ranjaunya banyak.

“Ranjau ranjau nya banyak, sudahlah internal kayak gitu tadi, restruktur reformasi sendiri tapi kita pintu,” ujarnya.

Komentar

 

Berita Lainnya



Sabtu, 24 September 2022, 20:03 WIB

Istana: Presiden Vladimir Putin Janji Hadir di KTT G20