Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 17 April 2021

 

 

Mahfud Md Tepis Tudingan Restui Moeldoko Kudeta Partai Demokrat

TK / Politik / Selasa, 02 Februari 2021, 15:13 WIB

Menko Polhukam Moh. Mahfud MD | foto: ist

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud Md menepis tudingan bahwa dirinya merestui Moeldoko terkait rencana kudeta Partai Demokrat.

Mahfud sekaligus menyebut isu ini aneh karena di era demokrasi, sulit kepemimpinan partai bisa dikudeta.

Nama Menko Polhukam Mahfud Md diseret ke dalam isu kudeta Partai Demokrat yang disebut-sebut melibatkan KSP Moeldoko. Mahfud Md menepis tudingan itu.

Adalah elite Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik yang menyebut nama Mahfud Md dalam isu kudeta terhadap Partai Demokrat.

Rachland, dalam cuitannya, menyebut Moeldoko mengaku direstui sejumlah pejabat terkait rencana kudeta Partai Demokrat.

Mahfud Md, di akun Twitter-nya, Selasa (02/02), menepis tudingan terlibat isu kudeta Partai Demokrat. Dia menyebut isu itu aneh.

"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, trmsk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB," kata Mahfud Md.

Mahfud Md kaget dikaitkan dengan isu kudeta Partai Demokrat. Dia meyakinkan publik bahwa tak pernah membicarakan kudeta PD dengan Moeldoko, apalagi merestuinya.

"Wah, mengagetkan, yakinlah sy tak prnh berbicara itu dgn Pak Moeldoko maupun dgn orang lain. Terpikir sj tdk, apalagi merestui," sebut Mahfud Md.

Mahfud menyebut isu Partai Demokrat bakal dikudeta rasanya sulit dipercaya karena era keterbukaan saat ini. Sekali lagi, Mahfud Md menegaskan dia tak memberi restu kudeta Partai Demokrat.

"Di era demokrasi yg sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat spt skrng ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar spt PD bs dikudeta spt itu. Jabatan menko tentu tak bs digunakan dan pasti tdk laku untuk memberi restu. Yg penting internal PD sendiri solid," ucap Mahfud.

Moeldoko telah memberi penjelasan terkait isu kudeta Partai Demokrat. Moeldoko meminta isu ini tak diseret ke mana-mana karena ini urusan dia pribadi.

"Poinnya yang pertama jangan dikit-dikit Istana. Dalam hal ini, saya mengingatkan sekali lagi jangan dikit-dikit Istana, jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini," kata Moeldoko dalam jumpa pers daring, Senin (01/02).

Sementara itu, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut perkara banyak orang yang mendatangi rumahnya jadi pemicu dirinya terlibat isu 'kudeta' Partai Demokrat. Elite Partai Demokrat meminta Moeldoko tidak berbohong kepada publik.

"Jangan bohong," kata Rachland Nashidik di akun Twitter, Selasa (02/02). Rachland telah mengizinkan cuitannya dikutip.

Menurut Rachland, pertemuan 'kudeta' terhadap Partai Demokrat ini tidak terjadi di rumah Moeldoko. Rachland menyebut pertemuan ini berlangsung di salah satu hotel.

"Pertemuan itu bukan di kediaman tapi di hotel Aston Rasuna lantai 28, Rabu tanggal 27 Januari 2021 Pkl. 21.00. Anda datang ke situ, bukan mereka mendatangi Anda," sebut Rachland Nashidik.

Moeldoko sebelumnya telah memberi penjelasan mengapa dirinya terlibat isu kudeta Partai Demokrat. Moeldoko menceritakan pertemuannya dengan beberapa orang di rumahnya.

Moeldoko tak menyebut atribusi orang-orang yang menemuinya ini. Moeldoko juga mengaku tidak mengerti konteks cerita yang disampaikannya.

"Jadi ceritanya begini temen-temen sekalian. Beberapa kali banyak tamu yang berdatangan ya dan saya orang yang terbuka. Saya mantan Panglima TNI tapi saya tidak memberi batas dengan siapa pun, apalagi di rumah ini mau datang terbuka 24 jam. Siapa pun," kata Moeldoko dalam konferensi pers via Zoom, Senin (01/02).

Namun Moeldoko mengaku prihatin atas situasi yang diceritakan. Moeldoko mengaku juga cinta Demokrat. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya