Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 19 November 2019

 

 

Menag Luncurkan Buku Formula 5-5-3 Dalam Manajemen Haji

EP / Nasional / Jumat, 18 Oktober 2019, 23:25 WIB

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin melaunching buku Formula 5-5-3 Dalam Manajemen Haji karya Helmi Hidayat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (18/10) siang. | foto: ist

JAKARTA - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin melaunching buku Formula 5-5-3 Dalam Manajemen Haji karya Helmi Hidayat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (18/10) siang. 

Launching buku ditandai dengan penguntingan pita dilanjutkan dengan penyerahan buku oleh Menag kepada Helmi Hidayat. 

Launching buku ini dikemas dalam Bedah buku dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Halim Mahfudz, Abdul Djamil, dan Imam Addaruqutni. 

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali menjadi pengantar dalam galaran bedah buku tersebut.Tampak hadir Penasihat DWP Kemenag Trisna Willy Lukman Hakim, pejabat eselon I dan II Kemenag dan undangan lainnya. 

Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengatakan Buku Formula 5-5-3 Manajemen Haji layak menjadi referensi dalam pelayanan haji Indonesia.

"Saya merasa bersyukur buku ini akhirnya hadir di tengah kita, ujar Menag. 

"Pesan saya, mohon dikritisi setajam tajamnya agar ada masukan demi pelayanan haji di masa mendatang yang lebih baik," sambung Menag. 

Menurut Menag buku Formula 5-5-3 ini sebenarnya berisi sebuah tradisi petugas haji Indonesia dalam melayani jemaah haji khususnya jelang puncak haji yaitu pra wukuf, wukuf dan pasca wukuf. 

"Jadi sebenarnya setiap jelang puncak haji kita selalu mengumpulkan seluruh petugas haji di Makkah untuk bersiap menuju Arafah. Pada saat itulah kita mempunyai tradisi yakni pembekalan kepada seluruh petugas haji," kenang Menag. 

"Semuanya berbicara bagaimana soal pelayanan haji kita. Dan saya selalu mendapat kesempatan berbicara di paling akhir dengan memaparkan secara spesifik yang tentunya menjadi cermatan petugas," lanjutnya. 

Sebagai kata pengantar Nizar Ali mengatakan buku Formula 5-5-3 ini merupakan kado terindah bagi Ditjen PHU Kemenag.

"Terima kasih kepada Helmi Hidayat yang telah mengeluarkan ide ide dalam buku ini. Buku ini sangat penting bagi panitia, petugas haji dan masyarakat Indonesia," ujar Nizar Ali. 

Dari buku ini lanjut Nizar publik akan mengetahui bagaimana  totalitas dari Menag Lukman Hakim dalam memimpin dan memberi pelayanan ibadah haji lewat berbagai inovasi.  

"Ide inovatif itu lah yang disebut formula 5-5-3. Buku ini sangat luar biasa dan merupakan jejak rekam pelayanan ibadah haji yang dipimpin oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin," ujar Nizar. 

Berawal dari Berburuk Sangka

Sang penulis buku Formula 5-5-3 Manajemen Haji, Helmi Hidayat dalam presentasinya menyampaikan latar belakang dibalik terbitnya buku ini sebagai tebusan atas sikapnya yang telah berburuk sangka terhadap pelayanan haji yang diberikan Kemenag kepada jemaah haji Indonesia.

"Sejujurnya, saya jarang berbaik sangka pada penyelenggaraan haji Indonesia. Dari banyak media massa, saya tahu banyak berita negatif tentang penyelenggaraan haji Indonesia. Sikap ini terus berlanjut sampai pada akhirnya saya bertugas sebagai konsultan ibadah haji Mekkah pada 2018," kata Helmi Hidayat.

Menurut Helmi Hidayat, sesampai di Kota Suci itu ia terperangah, ternyata survei Badan Pusat Statistik (BPS) berbeda dengan penilaianya. Ribuan jemaah haji Indonesia seperti direkam BPS ternyata selalu menilai positif dan memberikan empat bintang pada penyelenggaraaan haji nasional di bawah komando Lukman Hakim Saifuddin sejak lima tahun terakhir.

Helmi Hidayat penulis Buku Formula 5-5-3 merupakan dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). 

Ia alumnus IAIN Jakarta (1990) dan the University of Hull, Inggris (2003). Kegiatan menulis ia dalami saat menjadi wartawan HU Pelita (1990 – 1992) dan HU Republika (1993 – 2004). 

Buku-buku yang di dalamnya ia menjadi penulis,  penerjemah, atau editor diantaranya: Menuju Kesempuraan Akhlak (1994), Taufiek Kiemas di Mata Tokoh Islam (2007), Indonesaia Tanah Airku: 33 Provinsi (2007), Islam Kebangsaan (2008) dan Hari-hari Terakhir Rasulullah (2015). Helmi Hidayat juga aktif melakukan riset dan menulis untuk jurnal. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya