Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 20 Juni 2019

 

 

Menkeu: Jembatan Leta Oar Ralan di Maluku Dibangun dengan SBSN

TK / Nasional / Jumat, 11 Januari 2019, 16:41 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Wear Arafura yaitu jembatan penghubung antara dua pulau yaitu Pulau Yamdena dan Pulau Larat di Kecamatan Tanimbar Barat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku pada Kamis (10/1). | foto: istimewa

SAUMLAKI - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meresmikan Jembatan Leta Oar Ralan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Wear Arafura yaitu jembatan penghubung antara dua pulau yaitu Pulau Yamdena dan Pulau Larat di Kecamatan Tanimbar Barat, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku pada Kamis (10/1). 

Jembatan Leta Oar Ralan (Wear Arafura) dibiayai melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan skema Multi Years Contract Tahun Anggaran 2016 s.d. 2018 mempunyai panjang 323 meter yang menelan anggaran lebih dari Rp123 miliar.

"Ini merupakan salah satu bentuk komitmen dimana kami mendesain instrumen APBN sesuai dengan kebutuhan dan infrastruktur salah satu yang memang membutuhkan berbagai inovasi pendanaan yang bisa kita terus lakukan," jelas Menkeu.

Menkeu juga mengatakan dirinya sangat bahagia sudah meresmikan jembatan Leta Oar Ralan karena merupakan bukti nyata kemajuan hasil pembangunan infrastruktur sebagai sarana menghubungkan masyarakat agar mereka mendapatkan fasilitas maupun kesejahteraan dan pelayanan dasar terbaik dari pemerintah.

"Kita berharap, dengan terbangunnya jembatan dengan pendanaan dengan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kegiatan ekonomi maupun interaksi sosial antar pulau yang lebih baik. Masyarakat merasa dekat dan miliki solidaritas untuk maju bersama," ujar Menkeu.

Dengan jembatan ini warga tidak perlu lagi menyeberang dengan kapal berbayar dengan harga yang lumayan mahal artinya warga bisa hemat biaya.

Hasil pertanian, perkebunan dan perikanan dari Pulau Larat ke Yamdena semakin lancar sehingga akan menekan biaya logistik dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi.

Selain itu, mempermudah akses untuk menjangkau daerah pariwisata di Pulau Yamdena yakni Saumlaki dan juga pelabuhan yang ada di Pulau Larat. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya