Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 24 Juni 2019

 

 

Menristekdikti: 92.331 Siswa Lolos Seleksi SNMPTN 2019

TK / Nasional / Jumat, 22 Maret 2019, 14:17 WIB

Meristekdikti M Nasir di gedung D Kemenristek Dikti, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).  | foto: istimewa

JAKARTA - Pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 dimajukan hari ini, Jumat (22/3/2019) pukul 13.00 WIB. 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Meristekdikti) M Nasir mengumumkan sebanyak 92.331 dari 478.608 peserta SNMPTN 2019 dinyatakan lolos seleksi. 

"Dari pendaftar 478.608 di 2019, sekarang kita lihat yang diterima 92.331 dan dengan persentase 19,29 persen. Dibandingkan 2018, jumlah yang diterima ada peningkatan," kata M Nasir di gedung D Kemenristek Dikti, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019). 

Nasir menjelaskan, tahun ini, ada 18.206 sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN 2019.

Untuk peserta, 40 persen berasal dari sekolah dengan akreditasi A, 25 persen berasal dari sekolah dengan akreditasi B, dan 5 persen dari sekolah yang akreditasinya C atau belum terakreditasi.

"Mengapa ini jumlah turun? Dari 2018 itu 586.655, sekarang 478.608. Ada dua hal yang perlu kita lihat, pertama, syarat mendaftar di SNMPTN itu akreditasinya kita batasi. Ini mungkin menyebabkan turunnya jumlah peserta," ujar M Nasir.

M Nasir kemudian menuturkan pihaknya juga memberlakukan sistem kunci bagi calon mahasiswa yang telah diterima di PTN melalui jalur SNMPTN agar tak mendaftar di SMBPTN.

Sebab, menurut pengalamannya, calon mahasiswa yang kembali mendaftar jalur SMBPTN membuat adanya kursi kosong pada kuota SNMPTN.

"Kedua, yang perlu kita kunci kembali banyak. Yang daftar di SNMPTIN kemudian diterima, setelah diterima dia mendaftar di SMBPTN, akhirnya kursinya kosong. Akhirnya kami kunci yang sudah diterima di SNMTPN, tidak bisa mendaftar SMBPTN," sambung M Nasir.

Berikut berdasarkan data yang diumumkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Jumat (22//2018).

1. Universitas Brawijaya 3.957 siswa

2. Universitas Negeri Padang 2.591 siswa

3. Universitas Negeri Sumatera Utara 2.508 siswa

4. Universitas Pendidikan Indonesia 2.493 siswa

5. Universitas Jember 2.215 siswa

6. Universitas Andalas 2.154 siswa

7. Universitas Diponegoro 2.146 siswa

8. Universitas Negeri Semarang 2.115 siswa

9. Universitas Halu Oleo 2.070 siswa

10. Universitas Syaih Kuala 2.039 siswa. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Senin, 24 Juni 2019, 23:01 WIB

Ancol Hadirkan Camping Under The Sea