Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 19 Oktober 2019

 

 

Pelaku Mutilasi Pasar Besar Malang Dikenal Warga Idap Gangguan Jiwa

EP / Regional / Kamis, 16 Mei 2019, 20:25 WIB

Pelaku mutilasi wanita di Lantai II Pasar Besar Kota Malang, berhasil diringkus Polres Malang Kota, sekira pukul 13.30 WIB. Pelaku berjenis kelamin laki-laki itu diketahui bernama Sugeng, kini dia diamankan dan dibawa ke Polres Malang Kota. | foto: istimewa

MALANG - Pelaku mutilasi wanita di Lantai II Pasar Besar Kota Malang, berhasil diringkus Polres Malang Kota, sekira pukul 13.30 WIB.

Pelaku berjenis kelamin laki-laki itu diketahui bernama Sugeng, kini dia diamankan dan dibawa ke Polres Malang Kota.

Sugeng dikenal warga memiliki gangguan jiwa, karenanya sifat keseharian Sugeng nampak berbeda. Itu sudah ditunjukkan ketika tinggal di wilayah Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Sebelum menjadi pria tanpa tempat tinggal tetap, Sugeng sempat menetap di kawasan Jodipan Wetan Gang III, tepatnya di RT0 4/RW 06 Kelurahan Jodipan. Di sana Sugeng dulunya tinggal bersama keluarganya.

Setelah lama hidup di jalanan, Sugeng beberapa bulan ini terlihat kembali di wilayah Jodipan. Dia tidur memanfaatkan samping salah satu rumah tanpa penghuni.

"Beberapa bulan ini, terlihat disini (RW 06), tidurnya di samping rumah kosong. Memang dia (Sugeng) seperti memiliki kelainan, itu juga terjadi pada anggota keluarganya," ungkap Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan M Lutfi, Kamis (16/5/2019).

Setahu Lutfi, perilaku aneh memang nampak pada diri Sugeng. Bahkan, beberapa kejadian menunjukkan jika Sugeng bukan layaknya orang normal.

Seperti akan membakar rumahnya, memotong lidah pacarnya, dan memukul kepala orang tuanya dengan palu.

"Memang ada yang berbeda, meski Sugeng terlihat pendiam. Beberapa kejadian menunjukkan jika dia (Sugeng) tidak normal. Pernah akan bakar rumahnya, pukul kepala bapaknya pakai palu sampai potong lidah pacarnya," jelas Lutfi.

Karena perbuatannya itu, Sugeng sempat berurusan dengan kepolisian, karena memotong lidah pacarnya, hingga kemudian menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.

"Karena kasus memotong lidah pacarnya sampai berurusan dengan polisi, dan dibawa ke RSJ," kata Lutfi.

Sugeng kembali tak terlihat, setelah rumah kosong yang ditempatinya sudah ada penghuni baru. Sejak saat itu, Sugeng kembali berkeliaran di jalanan.

"Kalau rumah aslinya dibeli keluarga saya. Sekitar 8 tahun yang lalu, Sugeng lahir dan besar di sini (Jodipan), dulu tinggal bersama kedua orang tuanya, kakak serta adiknya. Karena rumah sudah dijual Sugeng banyak hidup di jalanan," tutur Lutfi.

Ketika awal mendengar kasus mutilasi dengan ditemukannya tulisan misterius di TKP, Lutfi langsung menduga apakah Sugeng penulisnya.

Karena berdasarkan gaya tulisan yang sama pernah dilakukan Sugeng pada dinding rumah kosong yang pernah ditempati.

"Waktu melihat tulisan di lokasi mutilasi, saya langsung menduga apakah itu Sugeng. Karena gaya tulisannya sama dengan yang tertulis pada dinding rumah kosong di sini. Setiap hari ketika berangkat ke musala saya melewati, jadi hafal betul. Kalimat yang ditulis memang aneh," ujar Lutfi. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Selasa, 15 Oktober 2019, 13:17 WIB

Pembunuh Wanita Bugil di Karawang Ditangkap