Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 20 November 2019

 

 

Pemimpin Hong Kong Minta Maaf Atas Kontroversi RUU Ekstradisi ke China

EP / Internasional / Selasa, 18 Juni 2019, 19:19 WIB

Pemimpin Eksekustif Hong Kong, Carrie Lam | foto: ist

HONG KONG – Pemimpin Eksekustif Hong Kong, Carrie Lam meminta maaf atas rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial.

RUU yang akan mengizinkan warga Hong Kong untuk dikirim ke China untuk diadili itu telah memicu demonstrasi besar-besaran jutaan warga Hong Kong dalam setidaknya dua pekan terakhir.

"Saya pribadi harus memikul sebagian besar tanggung jawab. Ini telah menimbulkan kontroversi, perselisihan, dan kecemasan di masyarakat," ujar Lam dalam konferensi pers, setelah kota itu dilanda aksi demo besar-besaran untuk memprotes RUU ekstradisi ke China.

"Untuk ini saya menawarkan permintaan maaf yang paling tulus kepada semua orang di Hong Kong," imbuh Lam seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa (18/6/2019).

Saat ditanya mengapa dia tidak mengundurkan diri atau menarik RUU tersebut, Lam mengatakan fakta bahwa RUU Ekstradisi telah ditangguhkan menunjukkan dia mendengarkan tuntutan warga.

Lam mengatakan bahwa kecuali pemerintah dapat mengatasi kekhawatiran tentang undang-undang yang diusulkan "kami tidak akan melanjutkan dengan latihan legislatif lagi".

Dia menambahkan bahwa "sangat tidak mungkin" pemerintah dapat mengurangi ketakutan sebelum tahun depan, ketika masa jabatan dewan legislatif Hong Kong berakhir, dan "jika itu terjadi, pemerintah akan menerima kenyataan yang terjadi". (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Sabtu, 02 November 2019, 13:16 WIB

Pesawat Superjet Sukhoi Mendarat Darurat




Sabtu, 12 Oktober 2019, 12:21 WIB

Topan Hagibis Menuju Jepang, Satu Orang Tewas