Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Kamis, 20 Januari 2022

 

 

Permudah Proses Penyaluran Bantuan, Tim Satgas Kolaborasi Tanggap Bencana DKI Dirikan Posko di Lumajang

TK / Megapolitan / Kamis, 09 Desember 2021, 06:25 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerahkan secara simbolis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Negara/Lembaga (K/L) serta Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2022, kepada jajaran Forkopimda DKI Jakarta, Kepala Biro Keuangan, Kemensos RI, Kemenkumham RI, Kemenkes RI, serta jajaran Pemprov DKI Jakarta di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/12).

JAKARTA - Untuk mempermudah proses pemberian bantuan bagi warga penyintas erupsi Gunung Semeru, Tim Satgas Kolaborasi Tanggap Bencana DKI Jakarta mendirikan posko di Jalan Raya Pasirian, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Posko dibangun di atas lahan kosong, terdiri dari dapur umum untuk petugas, tenda petugas, dan tenda peralatan. Pendirian posko mulai dilakukan Rabu (8/12) pagi dengan dibantu warga sekitar.

Warga berkolaborasi dalam proses pendirian posko, mulai dari menyediakan peralatan yang dibutuhkan personel, menyuplai air bersih, termasuk membangun jalan untuk akses keluar masuk posko, sehingga memudahkan mobilitas kendaraan.

Salah satu warga Desa Jarit, bernama Bokir (35 tahun) mengaku dirinya dan warga tergerak untuk membantu tim Satgas Kolaborasi Tanggap Bencana DKI Jakarta mendirikan posko.

Menurut Bokir, kepedulian Satgas DKI Jakarta kepada masyarakat Lumajang yang tertimpa musibah erupsi Gunung Semeru membuat dirinya terpanggil untuk ikut membantu.

“Saya bersama warga sekitar terpanggil dan niat, dari hati membantu. Karena Jakarta peduli dengan warga korban bencana Semeru, khususnya di Lumajang. Pokoknya warga Jarit siap membantu apa yang dibutuhkan tim dari DKI selama bertugas di sini,” ucap Bokir.

Kepala Perlindungan Masyarakat Satpol PP DKI Jakarta, Atok Baroni Hidayat sangat mengapresiasi inisiatif warga yang secara sukarela membantu tim mendirikan posko.

Menurut Atok, bencana yang datang menimpa bukan tanggung jawab sendiri, tapi tanggung jawab bersama untuk dituntaskan dan diselesaikan bersama.

Atok menilai, kegiatan mendirikan posko bersama warga sekitar ini merupakan wujud kolaborasi dalam misi kemanusiaan.

“Saya melihat warga pedulinya luar biasa kepada kita. Meski kita tidak saling kenal, tapi ketulusan dan keikhlasan kita membantu korban bencana dibaca oleh mereka. Kita datang ke sini dengan tujuan mulia, mereka merespon dengan baik. Kita diberikan jalur untuk posko supaya kita mudah melakukan gerakan dan kegiatan lainnya. Bahkan mereka menawarkan untuk petugas istirahat di rumah mereka. Apresiasi sangat besar kepada mereka,” ungkap Atok.

Komentar

 

Berita Lainnya