Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 08 Desember 2019

 

 

Polantas yang Tendang Ojol di Bogor Dimutasi

EP / Hukum / Minggu, 06 Oktober 2019, 14:24 WIB

Viral video polisi Bogor tendang dan mengumpat pada pengemudi ojol saat melintasi jalan yang disterlisasi karena akan dilewati Presiden Joko Widodo. | foto: ist

JAKARTA - Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan akan ada sanksi kepada seorang polisi di Kota Bogor yang terekam memukul dan menendang pengemudi ojek online (ojol).

Hendri menyebut oknum polantas itu sudah dipindahtugaskan ke bagian administrasi yang tidak bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Iya betul sudah dipindahtugaskan, dimutasi di bagian admin sumda (sumber daya) itu," kata Hendri, Minggu (6/10/2019).

Hendri mengatakan, setelah dirinya tahu ada anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat, dia langsung mengeluarkan surat mutasi anggota. Anggota itu sudah dimutasikan pada Sabtu (5/10) kemarin.

"Sudah mulai dipindahtugaskan hari itu juga. Tadinya pelayanan di masyarakat kita tarik ke staf sumber daya, staf di dalam. Jadi kan tidak bersentuhan dengan masyarakat," ungkap Hendri.

Alasan pemutasian oknum polisi itu lantaran emosi anggota yang belum bisa terkontrol dengan baik. Mutasi itu disebutnya merupakan teguran tertulis untuk oknum polisi yang melanggar.

"Sanksi di kepolisan teguran tertulis itu teguran. Mutasi juga teguran dalam bentuk teguran," jelas Hendri.

Diketahui, peristiwa itu berawal ketika ada pengamanan VVIP Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melintas pada Sabtu (6/10) kemarin. Oknum polantas itu merasa kesal karena jalan yang seharusnya steril dan bersih dari kendaraan lain malah diterobos oleh ojol.

Oknum polantas yang kesal itu kemudian menendang dan memukul helm si pengemudi ojol. Kejadian itu pun viral di lini massa.

Polres Bogor Kota akhirnya mempertemukan kedua belah pihak. Oknum polantas dan ojol mengakui kesalahan masing-masing dan sudah berdamai. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Jumat, 06 Desember 2019, 13:47 WIB

Hina Wapres Ma\'ruf Amin, Habib Jafar Shodiq Ditahan