Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 25 Mei 2019

 

 

Polisi Akui Kesulitan Identifikasi Korban Mutilasi Pasar Besar Malang

EP / Regional / Rabu, 15 Mei 2019, 15:24 WIB

Polisi mengaku kesulitan dalam mengungkap identitas perempuan korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Lantaran, jari-jari korban yang sudah kaku serta mengalami kerusakan. | foto: istimewa

MALANG - Polisi mengaku kesulitan dalam mengungkap identitas perempuan korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Lantaran, jari-jari korban yang sudah kaku serta mengalami kerusakan.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, sulit untuk mengambil sidik jari korban karena jari-jarinya yang sudah kaku dan rusak

"Karena itu, kami meminta masyarakat melapor kalau ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya," kata Asfuri kepada wartawan di Kota Malang, Jatim, Rabu (15/5/2019).

Selain itu, polisi juga terus meminta keterangan saksi. Sejauh ini sudah ada enam orang saksi yang telah dihadirkan petugas terkait kasus mutilasi tersebut.

Hal lainnya yang juga berusaha diungkap, kata dia, yakni nama dan kalimat-kalimat yang diduga pesan ditulis pelaku di kedua telapak kaki korban.

"Kami juga masih mencari barang bukti lain, seperti alat yang digunakan pelaku untuk membunuh dan memutilasi korban," ujarnya.

Sejak Rabu pagi Tim Inafis Polda Jawa Timur sudah hadir di Polres Malang Kota untuk ikut membantu melakukan identifikasi.

Ada enam bagian tubuh perempuan korban mutilasi Pasar Besar Malang ini yang dipotong. Saat ditemukan lokasinya tidak dalam satu tempat.

Penemuan itu berawal dari Chilman (48), pedagang di Pasar Besar yang mencium bau busuk di area lapak dagangannya. Dia kemudian meminta bantuan sekuriti pasar untuk menelusuri asal dari bau tak sedap itu.

Ketika dilakuan pencarian asal bau diantara sampah yang berserakan, kedua dikejutkan dengan potongan kaki dan tangan di lokasi. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke polisi, Selasa (14/5/2019) siang kemarin. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya