Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 18 September 2019

 

 

Polisi Tahan Pengunggah Video Provokasi Adu Domba TNI/Polri

TK / Hukum / Kamis, 16 Mei 2019, 11:38 WIB

Polisi melakukan penahanan terhadap pengunggah video provokasi adu domba TNI/Polri, Iwan Adi Sucipto (49). | foto: istimewa

BANDUNG - Polisi melakukan penahanan terhadap pengunggah video provokasi adu domba TNI/Polri, Iwan Adi Sucipto (49).

"Untuk tersangka IAS dilakukan penahanan," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Kamis (16/5/2019).

Iwan kini telah menghuni ruang tahanan (rutan) Mapolda Jabar. Menurut Truno, ditahannya Iwan lantaran unsur pasal yang digunakan polisi dalam menjerat perbuatan Iwan.

Iwan sendiri dikenai Pasal 45A ayat (2) UU. RI. No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 Tahun.

Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 UU. RI. No. 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman penjara setingi-tingginya sepuluh tahun.

"Dia meng-create, mengunggah dan share itu (video). Sehingga kena ITE-nya. Unsur itu ancamannya di atas enam tahun. Sehingga dapat ditahan," kata Truno.

Video Iwan itu viral di media sosial (medsos). Awalnya ia berbicara menyikapi perintah Kapolri soal tembak di tempat.

Iwan menilai Kapolri menyulut amarah masyarakat. Bahkan, dia menyerukan masyarakat untuk siap mati berjuang di jalan jihad.

Ia menyatakan TNI siap bertempur melawan kepolisian, karena tidak semua TNI mengikuti perintah panglima. Iwan juga mengaku hidup di lingkungan keluarga militer.

Usai mengadu domba TNI-Polri, Iwan kemudian menyinggung sentimen PKI. Ia berbicara soal ulang tahun PKI yang jatuh pada 22 Mei.

Iwan mengaitkan sentimen PKI itu dengan rencana aksi 22 Mei mendatang. Video tersebut berdurasi 1 menit 57 detik.

Selain kasus Iwan, polisi juga menangani kasus unggahan status 'people power' dan 'bunuh polisi' yang dilakukan oleh Solatun. Namun dosen tersebut tak ditahan atas perbuatannya.

Polisi menyebut unsur pasal yang menjerat Solatun masih di bawah 5 tahun. Solatun sendiri dikenai Pasal 14 ayat (1) dan Pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

"Bahwasannya ini hanya bersifat berita bohong dan ancaman hukumannya masih di bawah lima tahun. Pasal ini bukan pasal pengecualian dapat ditahan. Ditahan kan hal yang subjektif artinya dapat (ditahan) apabila dia akan mengulangi perbuatannya dan apabila dia akan melarikan diri. Makanya kita ambil objektif di sini berdasarkan peraturan Undang-undang maka yang bersangkutan tidak ditahan," tutur Truno pada Selasa (14/5) lalu.

"Yang bersangkutan ancaman hukumannya 3 tahun," sambungnya. (*)

Polisi melakukan penahanan terhadal IAS (49), pria yang membuat dan menyebarkan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polda Jabar Tahan Pria Pembuat Video Adu Domba TNI-Polri", https://regional.kompas.com/read/2019/05/16/08293251/polda-jabar-tahan-pria-pembuat-video-adu-domba-tni-polri?utm_source=Facebook&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Dekstop.
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Khairina

Komentar

 

Berita Lainnya


Selasa, 03 September 2019, 13:00 WIB

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Rusuh Deiyai Papua



Selasa, 03 September 2019, 11:21 WIB

KPK Amankan 4 Orang dalam OTT Bupati Muara Enim



Senin, 02 September 2019, 10:41 WIB

Elza Syarief Bakal Laporkan Nikita Mirzani ke Polisi