Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Jumat, 27 November 2020

 

 

Polisi Tetapkan Sopir Truk Tersangka Laka Maut Pematang Siantar

EP / Nasional / Minggu, 22 November 2020, 22:10 WIB

Polres Simalungun menetapkan Suratman (57), sopir truk rem blong yang menyebabkan kecelakaan maut di Simalungun hingga 5 orang tewas sebagai tersangka.

JAKARTA - Kasatlantas Polres Simalungun, AKP Jodi Indrawan menetapkan sopir truk Mitsubishi Fuso berinisial S (52) sebagai tersangka peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan lima orang di Jalan Asahan KM 4 -5 jurusan Pematang Siantar – Perdagangan, Nagaori Dolok marlawan Kecamatan Siantar Kabupaten Sinalungun, Kamis, (19/11/2020) lalu.

“Dari hasil pemeriksaan,Kami sudah menetapkan tersangka dan resmi ditahan dalam kasus kecelakaan di Jalan Asahan KM 4 – 5 yakni supir truk fuso berinisial S,” kata Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Jodi Indrawan.

Mengenai kelaikan jalan truk tersebut lanjut Jodi, bukanlah kewenangan pihak kepolisian, namun dari segi kelengkapan surat-surat kendaraan berupa KIUR,STNK dan SIM sangat lengkap, dan supir juga keadaan sehat.

“Untuk STNK truk itu atas nama Yanto Saputra yang berdomisil di Kampar Riau." ungkapnya.

Untuk pemeriksaan terhadap pemilik truck, imbuh Kasat Lantas, pihaknya akan menggelar lebih lanjut untuk pengembangan dari kasus dimaksud, pihak Satlantas juga telah melakukan pemeriksaan secara kesehatan dan sopir truk berinisial S tidak dalam pengaruh obat-obatan terlarang saat insiden kecelakaaan itu terjadi.

Terkait kaburnya sopir berinisial S pasca kejadian, kepada pihak Satlantas S mengaku takut dihakimi massa, hingga melarikan diri ke pemukiman warga dan mengamankan diri di warung kopi, setelah ditanyai oleh pemilik warung kopi, Suratman menjelaskan kejadian yang dialaminya berikut kepada Pimpinan perusahaan tempat di bekerja.

Warga yang mengetahui langsung melaporkan kepada pihak kepolisian dengan menggunakan Aplikasi Horas Paten, dengan cepat personil sat lantas polres simalungun langsung menjempt guna mengamankan supir truck tersebut.

Akibat peristiwa tersebut tersangka S akan dijerat Pasal 310 Ayat 4 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman 6 tahun penjara. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya