Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 21 Juli 2019

 

 

Prabowo-Sandi Tak Hadiri Sidang Perdana Gugatan Pilpres

TK / Nasional / Kamis, 13 Juni 2019, 17:59 WIB

Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. | foto: ist

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan pasangan capres-cawapres nomor 02 tidak akan menghadiri sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6).

"Setelah konsultasi dan mendapat pertimbangan dari BPN, kemudian juga kuasa hukum, Pak Prabowo dan Bang Sandi besok memutuskan untuk tidak hadir di MK," kata Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Kamis (13/6).

Dahnil mengatakan keputusan Prabowo dan Sandi tidak hadir di MK untuk menghindari berkumpulnya massa di MK. Imbauan agar massa tidak hadir di MK juga sudah dikatakan Prabowo dan Sandi.

"Saya pikir justru Pak Prabowo dan Bang Sandi ingin sidang MK fokus dan berjalan dengan baik dan hindari ada kedatangan masa dalam jumlah besar karena Pak Prabowo dan Bang Sandi hadir di situ," ujar Dahnil.

"Jadi sudah disampaikan oleh Pak Sandi dan Pak Prabowo agar pendukung untuk tidak berbondong-bondong datang ke MK supaya dipantau saja melalui televisi dan media lain," sambungnya.

Prabowo dan Sandi, menurut Dahnil, juga mempercayakan segala proses hukum di MK kepada kuasa hukumnya.

"Jadi besok tidak akan hadir dan kita percayakan sepenuhnya pada kuasa hukum, dan kuasa hukum yang akan sampaikan semua yang mewakili pendukung Prabowo-Sandi. Oleh sebab itu, sepenuhnya Pak Prabowo dan Bang Sandi percayakan prosesnya pada kuasa hukum," kata Dahnil.

MK sebelumnya menyatakan tidak mewajibkan pasangan capres-cawapres hadir dalam sidang sengketa pilpres. Namun, jika capres-cawapres hadir, itu bisa menjadi momentum yang baik.

"Kalau harus sih tidak ya, karena sudah menunjuk kuasa hukum. Tetapi kalau hadir, ya alhamdulillah, kan begitu. Bisa jadi ini momentum yang baik untuk mempertemukan kedua capres di Mahkamah Konstitusi," kata juru bicara MK, Fajar Laksono. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya