Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Sabtu, 19 Oktober 2019

 

 

Publik Puji Aksi Anies Tangani Korban Kerusuhan 21-22 Mei

MQS / Lensa / Nasional / Jumat, 24 Mei 2019, 14:40 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut membantu mengangkat keranda jenazah korban kerusuhan di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5)| Foto; Istimewa

JAKARTA - Sejumlah kalangan memuji aksi yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani korban kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

Salah satu pihak yang memberikan apresiasi tersebut adalah pemerhati sosial M. Chozin Amrulloh. Ia menilai tindakan Gubernur Anies ikut takziyah dan mengangkat keranda korban meninggal kerusuhan Jakarta sebagai bentuk tindakan terpuji.

Menurut Chozin, faktor-faktor kunci penentu apakah sebuah kerusuhan dapat berkembang meluas ataukah tidak. 

Chozin mengutip pernyataan  NJ Smelser, tentang tahap kelima yang menentukan adalah soal kontrol sosial, yaitu apakah aparatur negara dan para petugas mampu mengendalikan situasi dan meredam kemarahan serta kekacauan yang terjadi.

"Langkah Anies sudah tepat, bukan sekedar ikut-ikutan angkat keranda dan takziyah, tapi inilah bentuk kontrol sosial untuk mengendalikan dan meredam kemarahan warga," ujar Chozin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/5).

Sebelumnya, kritikan atau tepatnya ejekan kalau Anies cuma bisa ngusung keranda, meluas di jejaring media sosial.

Gubernur Anies Baswedan memang takziah ke korban aksi 22 Mei dan ikut mengangkat keranda jenazah yang bersangkutan. 

Namun, Chozin justru memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Anies mewakili Pemprov DKI Jakarta.

"Kehadiran negara atau Gubernur mengeliminasi skenario martir yang dapat menciptakan eskalasi. Tanpa kehadirannya sangat mungkin situasinya dapat tereskalasi dengan luas," tambah Chozin menjelaskan.

Seorang korban, anak muda, warga kampung padat di Tambora meninggal karena kejadian 22 Mei. Sebanyak 8 orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Jakarta kemarin.

"Untung ada Gubernur Anies. Ia hadir berseragam mewakili negara dan mewakili aparatur berseragam lainnya. Ia mendinginkan amarah dan mengembalikan akal warga untuk tenang kembali," kata dia.

Menurut Chozin, sikap ini bukan soal mengangkat keranda, tapi menyangkut sikap dan tindakan pemimpin daerah dalam menyejukkan dan menangani kerusuhan di kota. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Sabtu, 08 Juni 2019, 17:57 WIB

Libur Lebaran, Pulau Tidung Dipadati Wisatawan




Rabu, 22 Mei 2019, 10:48 WIB

Antisipasi Aksi Lanjutan, Anies Gelar Rakor