Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 20 September 2020

 

 

Ridwan Bae: RUU Jalan dan UU Pemerintahan Daerah Harus Sinkron

TK / Parlemen / Kamis, 17 September 2020, 11:44 WIB

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae.

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengusulkan agar salah satu usulan dari Pusat Perancangan Undang-Undang (PUU) Badan Keahlian DPR RI yang berbunyi ‘dalam hal Pemerintah Kabupaten belum mampu menyelenggarakan sebagian kewenangannya dapat diserahkan kepada Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Pusat’ pada draf RUU Perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dapat disinkronkan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Perlu penjelasan lebih tajam mengenai poin ‘dalam hal Pemerintah Pusat belum mampu menyelenggarakan sebagian kewenangannya dapat diserahkan kepada Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Pusat’. Poin ini harus disinkronkan dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ujar Ridwan saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi V DPR RI dengan Kepala PUU BK DPR RI, di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Senada, Anggota Komisi V DPR RI Hamka B. Kady menyampaikan usulan kepada Kepala PUU BK DPR RI untuk memberikan footnote pada UU Pemerintahan Daerah dalam kajian-kajian akademik PUU tentang penyusunan Naskah Akademik dan draf RUU Jalan tersebut.

“Dalam kajian-kajian penyusunan Naskah Akademik dan draf RUU Perubahan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan tolong di-footnote disitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala PUU BK DPR RI Inosentius Samsul menyatakan menerima masukan dari Pimpinan dan Komisi V DPR RI untuk mensinkronkan UU Pemerintahan Daerah dalam kajian akademik PUU tentang penyusunan Naskah Akademik dan draf RUU Jalan itu. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Sabtu, 19 September 2020, 13:23 WIB

Dyah Roro: Kaum Milenial Harus Berani Berpolitik



Sabtu, 19 September 2020, 12:27 WIB

Pemerintah Harus Segera Revisi UU Migas