Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 24 Juni 2019

 

 

Rommy Mengaku Rekomendasikan Haris Jadi Kakanwil Kemenag

TK / Hukum / Jumat, 22 Maret 2019, 14:06 WIB

Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy | foto: istimewa

JAKARTA - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy tak menampik dirinya ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Bahkan, menurut Rommy, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Haris.

"Yang saya lakukan adalah meneruskan aspirasi sebagai anggota DPR dan sebagai ketum PPP saat itu. Banyak sekali pihak-pihak yang menganggap saya orang yang bisa menyampaikan aspirasi ke pihak yang mempunyai kewenangan. Bukan hanya Kementerian Agama tentunya, di lingkungan lain, orang menyampaikan pun biasa," kata Romahurmuziy saat keluar dari gedung KPK dalam jeda pemeriksaan, Jumat (22/3/2019). 

Namun, Rommy menegaskan rekomendasi Haris Hasanuddin tak mengesampingkan proses seleksi untuk posisi Kakanwil Kemenag Jatim. Semua aturan seleksi pejabat tinggi di Kemenag, diklaim Rommy, diikuti.

"Tetapi proses seleksi mengikuti koridor, misalnya yang dilakukan Saudara Haris Kakanwil, apa yang saya terima referensi dari orang-orang tokoh masyarakat dan tokoh agama yang sangat dan tentu itu menjadi saya dukungan moral. 'Oh ini direkomendasikan orang berkualitas,' jadi kemudian saya sampaikan kepada pihak kompeten tidak menghilangkan proses seleksinya, proses seleksi saya tidak intervensi, proses seleksi dilakukan panitia yang sangat profesional," jelas Rommy.

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Rommy agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

KPK menemukan bahwa Rommy tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Rommy bermain di banyak daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Rommy dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut. Hanya saja lembaga antirasuah masih menutup rapat siapa oknum tersebut. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya


Kamis, 20 Juni 2019, 17:12 WIB

Kivlan Zen Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel