Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 27 Januari 2021

 

 

Satgas Covid-19: Vaksin Menstimulasi Imunitas Tubuh

TK / Kesehatan / Minggu, 15 November 2020, 13:14 WIB

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

JAKARTA - Satgas Penanganan COVID-19 kembali mengedukasi masyarakat terkait perkembangan vaksin COVID-19 yang sedang tahap uji klinis fase 3.

Satgas Penanganan COVID-19 meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 akan aman digunakan manusia. Karena vaksin adalah virus yang dilemahkan dan pada prinsipnya vaksin tidak berbahaya. 

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan vaksin yang masuk ke tubuh manusia akan menstimulasi imunitas tubuh.

Vaksin COVID-19 tidak saja akan melindungi diri sendiri, juga orang lain yang tidak mendapatkan vaksinasi karena alasan tertentu, termasuk alasan kesehatan.

"Pemerintah memastikan vaksin COVID-19 aman untuk digunakan manusia, karena harus melalui tahapan uji praklinis dan klinis untuk memastikan keamanan, efektifitas dan dosis yang aman untuk digunakan manusia. Risiko yang ditimbulkan vaksin sangat rendah dan manfaat jauh lebih tinggi," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Minggu (15/11/2020).

Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat bersabar menunggu hadirnya vaksin. Hal ini mengingat produksi vaksin membutuhkan waktu yang bergantung terhadap karakteristik virus.

Adapun tahapan tersebut meliputi tahapan eksplorasi, tahapan preklinis, uji klinis fase 1 pada sekelompok kecil, uji coba fase 2 pada karakteristik masyarakat tertentu dan uji coba fase 3 kepada banyak orang.

"Selanjutnya, dilakukan tahapan review dan proses persetujuan, kemudian dilanjutkan manufaktur atau produksi secara massal, dan terakhir kontrol kualitas atau evaluasi," ungkapnya.

Dalam hal ini, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) sebagai regulator obat nasional memiliki kewenangan yang akan mengawal produksi obat maupun vaksin baik di dalam negeri dan dari luar negeri.

Berdasarkan peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Tatalaksana Registrasi Obat, emergency use authentication (EUA) dapat diberikan untuk vaksin COVID-19 dengan syarat digunakan dan didistribusikan secara terbatas dengan peninjauan rutin.

"Di masa kedaruratan kesehatan masyarakat seperti saat ini, peran Badan POM sangat strategis untuk menjaga serta mengakselerasi proses pengembangan vaksin sampai pada tahap evaluasi, registrasi dan pengawasan dengan tetap mengawasi bermutu, aman dan efektif," pungkasnya.

Sebagai informasi, kendati vaksin sudah ada masyarakat diimbau untuk selalu #ingatpesanibu dengan melakukan 3M yaitu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan dan #cucitanganpakaisabun sesuai imbauan #satgascovid19. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya



Rabu, 13 Januari 2021, 18:50 WIB

Vaksin Gratis Dari GAVI Akan Tiba Akhir Februari