Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 25 Oktober 2020

 

 

Sepeda Kreuz Naik Daun, Dipakai Jokowi hingga Jadi Salah Satu Transportasi Piala Dunia Qatar 2022

TK / Gaya Hidup / Jumat, 04 September 2020, 12:44 WIB

Di tengah masa pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini dan lesuhnya kondisi perekonomian, justru dari tangan-tangan trampil anak Bandung bisa lahir sebuah sepeda dengan merk 'Kreuz'.

JAKARTA - Di tengah masa pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini dan lesuhnya kondisi perekonomian, justru dari tangan-tangan trampil anak Bandung bisa lahir sebuah sepeda dengan merk 'Kreuz'.

Sepeda lipat buatan anak negeri ini sekarang lagi naik daun mengangkat Sport Industry (industri olahraga) Indonesia menuju pentas dunia.     

Dengan mengenakan baju flanel warna abu-abu, Jujun Junaedi sebagai salah satu pemilik Kreuz yang lebih banyak bergerak di bagian produksi terlihat begitu cekatan membuat kerangka sepeda.

Sesekali dengan menggunakan helm las, Jujun terlihat begitu konsentrasi mengelas bagian-bagian rangka sepeda sembari sesekali percikan api mengenai sarung tangan kulit safety yang ia kenakan.

Ketika tim dari Humas Kemenpora datang untuk meliputnya, Jujun bersama salah satu rekanya Henry dan beberapa pegawai lainya langsung menyambut hangat.

Jujun mulai bercerita bagaiman awal mulai perjalanan dia bersama Yudi Yudiantara membuat sepeda Kreuz. Nama Kruez sendiri menurut Jujun ada dua versi yakni bahasa sunda kareueus yang artinya kebangaan, satu lagi singkatan dari Kreasi Urang (Orang), Sunda yang huruf S depannya di ganti Z. 

Awalnya sama sekali tidak terbesit bagi mereka untuk membuat sepeda, justru awal tahun 2018 dia memulai usahanya dengan membuat tas sepeda dengan merk yang sama.

Ketika dia mengikuti pameran produk sepeda di Jakarta, dia melihat seluruh stand pameran semua memasang produk tasnya jadi satu dengan sepeda asal Inggris, Bromton.

Dari situ dia tergugah untuk membuat sepeda bikinan sendiri, dengan modal nekat dan apa adanya akhirnya Jujun mencoba membuat satu sepeda.

Peralatan yang dia gunakan hampir semua manual, bahkan untuk membuat tekukan kerangka sepeda sendiri, dia sempat mengalami kegagalan sampai tujuh kali.

Jujun yang memang berlatar sebagai tukang jahit baju ini mengaku mengalami kesulitan ketika pertama membuat sepede Kreuz.

"Awal saya membuat sepeda Kreuz memang semua serba otodidak dan modalnya hanya nekat, tapi alhamdulilah sepeda pertama yang kami bikin berhasil dan banyak mendapat respon positif dari masyarakat," kata Jujun.

Seiring jalanya waktu kurang lebih 2 tahun (2018-2020), nama sepeda Kreuz mulai banyak dikenal di masyarakat, bahkan pada tanggal 16 Agustus 2020 lalu nama sepeda asal Bandung semakin meroket setelah dipakai oleh Presiden Joko Widodo berolahraga di halaman Istana Bogor.

Ketika mendengar sepeda produknya dipakai oleh Presiden, seluruh pegawai begitu bangga dan tidak mengira hasil karya mereka dipakai oleh pemimpin nomor satu di Indonesia ini. "Ketika tahu dipakai Presiden Jokowi, bangganya luar biasa," tambahnya.

Yang lebih membanggakan lagi, Sepeda Kreuz sendiri sudah didaftarkan untuk menjadi salah satu sepeda yang akan digunakan sebagai transportasi Piala Dunia di Qatar 2022 nanti.

"Alhamdulilah sepeda kita sudah didaftarkan untuk menjadi transportasi yang digunakan di Piala Dunia Qatar 2022 nanti, semoga apa yang kami lakukan ini bisa membawa nama Bandung dan Indonesia lebih baik lagi. Produk kita tidak kalah kok sama luar negeri," ujar Jujun. 

Ke depan, Jujun berharap sepeda Kreuz bisa lebih berkembang lagi dan bisa membawa produk dalam negeri ke pentas dunia.

"Keinginan saya produk-produk industri olahraga kita tidak kalah kualitasnya industri olahraga negara lain, dan saya senang sepeda ini bisa membuat masyarakat untuk sehat dengan bersepeda," harap Jujun. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya