Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 27 Mei 2019

 

 

Soal Pertemuan Prabowo-Jokowi, BPN: Tunggu Momentum yang Tepat

EP / Politik / Kamis, 25 April 2019, 10:47 WIB

Waketum BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso | foto: istimewa

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno tidak menutup kemungkinan bertemu dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf). Pertemua Prabowo dan Jokowi dinilai hanya soal waktu.

"Nanti pada momentum yang tepat kedua pemimpin tesebut Prabowo dan Jokowi memang akan dan harus bertemu, tapi tidak harus grusa grusu tidak harus didorong-dorong, dipaksa-paksa pada hari-hari ini. Pak prabowo sendiri hari-hari ini konsentrasi untuk memastikan dan menghimpun dan mengawal C1 termasuk menghimpun mengitervarisir dan menelusuri temuan temuan kecurangan bersifat masif dan terstrukur," kata Waketum BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, saat dihubungi, Kamis (25/4/2019).

Priyo mengaku setuju dengan ide Cawapres Sandiaga Uno yang menyatakan lebih baik Jokowi dan Prabowo bertemu langsung tanpa perantara.

Ia mengatakan saat ini Prabowo tidak perlu didorong-dorong untuk bertemu Jokowi dalam waktu dekat. Prabowo disebut sedang fokus mengawal dugaan kecurangan pada proses rekapitulasi suara.

"Ini sinyal bahwa pertemuan kami 5 Sekjen dengan Pak Prabowo menyampaikan di depan kami kalau Pak Jokowi itu adalah sahabat yang baik, tapi kali ini beliau ingin konsentrasi sebagai pemimpin yang konsentrasi dan menjaga moral perjuangan dari seluruh pendukung-pendukung inti dan pendukung setanah air yang bekerja keras, untuk mengawal C1 dan perhitungan suara," ujar Priyo.

Priyo tidak menampik adanya kebutuhan akan rekonsiliasi. Namun, rekonsiliasi membutuhkan momen yang tepat atau lebih baiknya usai pelantikan presiden.

"Rekonsiliasi perlu pada momentum yang tepat setelah pelantikan Presiden," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso mengaku bersyukur Prabowo secara tegas menolak utusan Jokowi. Baginya, kemenangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 tidak bisa dikompromikan.

"Pak Prabowo setia kepada kita semua. Pernyataan Prabowo menang 62 persen adalah titik yang enggak bisa kembali. Ingat, tidak ada kompromi," ujar Djoko Santoso saat mengadiri syukuran kemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, ketika Indonesia berjuang untuk merebut kemerdekaan dari penjajah juga tidak ada kompromi. Saat itu rakyat berjuang mengusir penjajah dari Tanah Air.

"Sejarah mengajarkan kita kenapa Indonesia merdeka? Karena dalam perjuangannya tidak ada kompromi," ucapnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya