Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Selasa, 16 Agustus 2022

 

 

Tips Hindari Sindrom Highway Hypnosis Saat Kemudikan Kendaraan

TK / Gaya Hidup / Senin, 08 November 2021, 11:26 WIB

Foto: istimewa

JAKARTA - Kecelakaan maut yang merenggut nyawa Vanessa Angel dan suaminya pada Kamis lalu di ruas jalan tol Jombang, Jawa Timur, memunculkan pembahasan tentang Sindrom Highway Hypnosis.

Sindrom Highway Hypnosis bisa juga terjadi akibat kelelahan saat berkendara atau Auto Behaviour Syndrome (ABS).

Dilansir dari laman bpjt.pu.go.id, jalan tol yang didominasi jalan lurus sering membuat pengendara lengah.

Apalagi jalan yang lengang akan membuat pengendara terbuai untuk tancap gas.

Menurut Jasa Marga dalam akun Instagram @official.jasamarga pada Senin, 25 Oktober 2021, pengendara harus memperhatikan kecepatan di jalan tol. Laju mobil terlalu cepat atau terlalu lambat bisa berbahaya.

Pakar keselamatan berkendara sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu meminta para pengendara untuk tidak mengendarai kendaraan dalam kondisi lelah atau mengantuk.

Dia menjelaskan microsleep terjadi hanya sebentar, 1 hingga 3 detik. Namun dalam kecepatan tinggi, waktu tersebut sangat berpengaruh dalam laju mobil.

Misalnya pengemudi mobil tertidur selama 1 detik dalam kecepatan 80 km/jam, mobil sudah melaju sejauh 22 meter.

“Jarak segitu mobil bisa saja keluar jalur atau menabrak pembatas jalan,” ujarnya saat dihubungi.

Jusri Pulubuhu menerangkan, selain masalah Sindrom Highway Hypnosis, kecelakaan yang menyebabkan kematian Vanessa Angel bisa disebabkan oleh distraksi atau gangguan yang dialami pengemudi.

Distraksi bisa terjadi antara lain karena pengemudi mobil menggunakan ponsel saat berkendara, berbicara dengan penumpang, atau melakukan aktifitas lain.

Menurut Jusri, Badan Keselamatan berkendara Amerika Serikat (NHTSA) menyebutkan 96 persen kecelakaan lalu lintas di AS melibatkan distraksi.

Profesor Kinesiologi dari Michigan University, Sean Meehan, mengatakan jenis jalan yang lurus bisa membuat otak pengemudi dalam keadaan setengah sadar.

Dalam laman Anapol Weiss, Meehan menerangkan bahwa kondisi tersebut dikenal dengan highway hypnosis. Fenomena ini sama berbahayanya dengan menyetir dalam keadaan mabuk.

Saat mengalami Highway Hypnosis, pengemudi tidak akan bereaksi dengan cepat terhadap perubahan kondisi, seperti lampu merah atau kendaraan lain yang tiba-tiba mendekat sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Meehan lantas memberikan sedikit tips untuk pengemudi di jalan tol agar tak terkena Sindrom Highway Hypnosis:

1. Mengemudilah dengan batas kecepatan yang disarankan
2. Putarlah musik yang keras, jangan musik santai yang bikin mengantuk
3. Jika mengantuk, mintalah orang lain menggantikan menyetir
4 Jika tidak ada yang bisa menggantikan, ketimbang mengalami Sindrome Highway Hypnosis seperti kasus kecelakaan Vanessa Angel, beristirahatlah di rest area jalan tol.

Komentar

 

Berita Lainnya